31 Des 2009

Keajaiban Dalam Rahim Ibu


Makhluk hidup bersel satu yang tak terhitung jumlahnya mendiami bumi kita. Semua makhluk bersel satu ini berkembang biak dengan membelah diri, dan membentuk salinan yang sama seperti diri mereka sendiri ketika pembelahan ini terjadi.

Embrio yang berkembang dalam rahim ibu juga memulai hidupnya sebagai makhluk bersel satu, dan sel ini memperbanyak diri dengan cara membelah diri, dengan kata lain membuat salinan dirinya sendiri.

Dalam kondisi ini, tanpa adanya perencanaan khusus, sel-sel yang akan membentuk bayi yang belum lahir ini akan memiliki bentuk yang sama. Dan apabila ini terjadi, maka yang akhirnya muncul bukanlah wujud manusia, melainkan gumpalan daging tak berbentuk. Tapi ini tidaklah terjadi karena sel-sel tersebut membelah dan memperbanyak diri bukan tanpa pengawasan.

Sel yang Sama Membentuk Organ yang Berbeda
Sperma dan sel telur bertemu, dan kemudian bersatu membentuk sel tunggal yang disebut zigot. Satu sel tunggal ini merupakan cikal-bakal manusia. Sel tunggal ini kemudian membelah dan memperbanyak diri. Beberapa minggu setelah penyatuan sperma dan telur ini, sel-sel yang terbentuk mulai tumbuh berbeda satu sama lain dengan mengikuti perintah rahasia yang diberikan kepada mereka. Sungguh sebuah keajaiban besar : sel-sel tanpa kecerdasan ini mulai membentuk organ dalam, rangka, dan otak.

Sel-sel otak mulai terbentuk pada dua celah kecil di salah satu ujung embrio. Sel-sel otak akan berkembang biak dengan cepat di sini. Sebagai hasilnya, bayi akan memiliki sekitar sepuluh milyar sel otak. Ketika pembentukan sel-sel otak tengah berlangsung, seratus ribu sel baru ditambahkan pada kumpulan sel ini setiap menitnya.

Masing-masing sel baru yang terbentuk berperilaku seolah-olah tahu di mana ia harus menempatkan diri, dan dengan sel mana saja ia harus membuat sambungan. Setiap sel menemukan tempatnya masing-masing. Dari jumlah kemungkinan sambungan yang tak terbatas, ia mampu menyambungkan diri dengan sel yang tepat. Terdapat seratus trilyun sambungan dalam otak manusia. Agar sel-sel otak dapat membuat trilyunan sambungan ini dengan tepat, mereka harus menunjukkan kecerdasan yang jauh melebihi tingkat kecerdasan manusia. Padahal sel tidak memiliki kecerdasan sama sekali.

Bahkan tidak hanya sel otak, setiap sel yang membelah dan memperbanyak diri pada embrio pergi dari tempat pertama kali ia terbentuk, dan langsung menuju ke titik yang harus ia tempati. Setiap sel menemukan tempat yang telah ditetapkan untuknya, dan dengan sel manapun mereka harus membentuk sambungan, mereka akan mengerjakannya.

Lalu, siapakah yang menjadikan sel-sel yang tak memiliki akal pikiran tersebut mengikuti rencana cerdas ini? Profesor Cevat Babuna, mantan dekan Fakultas Kedokteran, Ginekologi dan Kebidanan, Universitas Istanbul, Turki, berkomentar:

Bagaimana semua sel yang sama persis ini bergerak menuju tempat yang sama sekali berbeda, seolah-olah mereka secara mendadak menerima perintah dari suatu tempat, dan berusaha agar benar-benar terbentuk organ-organ yang sungguh berbeda? Hal ini jelas menunjukkan bahwa sel yang identik ini, yang tidak mengetahui apa yang akan mereka kerjakan, yang memiliki genetika dan DNA yang sama, tiba-tiba menerima perintah dari suatu tempat, sebagian dari mereka membentuk otak, sebagian membentuk hati, dan sebagian yang lain membentuk organ yang lain lagi.

Proses pembentukan dalam rahim ibu berlangsung terus tanpa henti. Sejumlah sel yang mengalami perubahan, tiba-tiba saja mulai mengembang dan mengkerut. Setelah itu, ratusan ribu sel ini berdatangan dan kemudian saling bergabung membentuk jantung. Organ ini akan terus-menerus berdenyut seumur hidup.

Hal yang serupa terjadi pada pembentukan pembuluh darah. Sel-sel pembuluh darah bergabung satu sama lain dan membentuk sambungan di antara mereka. Bagaimana sel-sel ini mengetahui bahwa mereka harus membentuk pembuluh darah, dan bagaimana mereka melakukannya? Ini adalah satu di antara beragam pertanyaan yang belum terpecahkan oleh ilmu pengetahuan.

Sel-sel pembuluh ini akhirnya berhasil membuat sistem tabung yang sempurna, tanpa retakan atau lubang padanya. Permukaan bagian dalam pembuluh darah ini mulus bagaikan dibuat oleh tangan yang ahli. Sistem pembuluh darah yang sempurna tersebut akan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh bayi. Jaringan pembuluh darah memiliki panjang lebih dari empat puluh ribu kilometer. Ini hampir menyamai panjang keliling bumi.

Perkembangan dalam perut ibu berlangsung tanpa henti. Pada minggu kelima tangan dan kaki embrio mulai terlihat. Benjolan ini sebentar lagi akan menjadi lengan. Beberapa sel kemudian mulai membentuk tangan. Tetapi sebentar lagi, sebagian dari sel-sel pembentuk tangan embrio tersebut akan melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ribuan sel ini melakukan bunuh diri massal.

Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri? Kematian ini memiliki tujuan yang amat penting. Bangkai-bangkai sel yang mati di sepanjang garis tertentu ini diperlukan untuk pembentukan jari-jemari tangan. Sel-sel lain memakan sel-sel mati tersebut, akibatnya celah-celah kosong terbentuk di daerah ini. Celah-celah kosong tersebut adalah celah di antara jari-jari kita.

Akan tetapi, mengapa ribuan sel mengorbankan dirinya seperti ini? Bagaimana dapat terjadi, sebuah sel membunuh dirinya sendiri agar bayi dapat memiliki jari-jari pada saatnya nanti? Bagaimana sel tersebut tahu bahwa kematiannya adalah untuk tujuan tertentu? Semua ini sekali lagi menunjukkan bahwa semua sel penyusun manusia ini diberi petunjuk oleh Allah.

Pada tahap ini, sejumlah sel mulai membentuk kaki. Sel-sel tersebut tidak mengetahui bahwa embrio akan harus berjalan di dunia luar. Tapi mereka tetap saja membuat kaki dan telapaknya untuk embrio.

Ketika embrio berumur empat minggu, dua lubang terbentuk pada bagian wajahnya, masing-masing terletak pada tiap sisi kepala embrio. Mata akan terbentuk di kedua lubang ini pada minggu keenam. Sel-sel tersebut bekerja dalam sebuah perencanaan yang sulit dipercaya selama beberapa bulan, dan satu demi satu membentuk bagian-bagian berbeda yang menyusun mata. Sebagian sel membentuk kornea, sebagian pupil, dan sebagian yang lain membentuk lensa. Masing-masing sel berhenti ketika mencapai batas akhir dari daerah yang harus dibentuknya. Pada akhirnya, mata, yang mengandung empat puluh komponen yang berbeda, terbentuk dengan sempurna tanpa cacat. Dengan cara demikian, mata yang diakui sebagai kamera paling sempurna di dunia, muncul menjadi ada dari sebuah ketiadaan di dalam perut ibu. Perlu dipahami bahwa manusia yang bakal lahir ini akan membuka matanya ke dunia yang berwarna-warni, dan mata yang sesuai untuk tugas ini telah dibuat.

Suara di dunia luar yang akan didengar oleh bayi yang belum lahir juga telah diperhitungkan dalam pembentukan seorang manusia dalam rahim. Telinga yang akan mendengarkan segala suara tersebut juga dibentuk dalam perut ibu. Sel-sel tersebut membentuk alat penerima suara terbaik di dunia.

Semua uraian ini mengingatkan kita bahwa penglihatan dan pendengaran adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Allah menerangkan hal ini dalam Alquran sebagaimana berikut:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl, 16:78)

Penciptaan Kedua
Berbagai peristiwa yang telah dikisahkan dalam tulisan ini dialami oleh semua orang di dunia. Setiap manusia dipancarkan ke rahim sebagai sebuah sel sperma yang kemudian bersatu dengan sel telur, dan kemudian memulai kehidupan sebagai sel tunggal. Semua ini terjadi karena adanya kondisi yang secara khusus diciptakan di tempat tersebut. Bahkan sebelum manusia mulai mengetahui keberadaan dirinya sendiri, Allah telah memberi bentuk pada tubuh mereka, dan menciptakan manusia normal dari sebuah sel tunggal.

Adalah kewajiban bagi setiap orang di dunia untuk merenungkan kenyataan ini. Dan kewajiban Anda adalah untuk memikirkan bagaimana anda lahir ke dunia ini, dan kemudian bersyukur kepada Allah.

Jangan lupa bahwa Tuhan kita, yang telah menciptakan tubuh kita sekali, akan mencipta kita lagi setelah kematian kita, dan akan mempertanyakan segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Hal ini amatlah mudah bagi-Nya.

Mereka yang melupakan penciptaan diri mereka sendiri dan mengingkari kehidupan akhirat, benar-benar telah tertipu. Allah berfirman tentang orang-orang ini dalam Al Quran : Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pada kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (QS. Yaasiin [36] : 77-79)

Sumber : HarunYahya


pesantrenonline.com

Surat Cinta Terindah

Kamu pernah dapat surat cinta? Gimana rasanya waktu membaca? Kayaknya,pas mau buka aja udah deg-degan nggak karuan. Apalagi pas baca ya. Bahkan kalau surat cinta itu datang dari orang yang diam-diam kita taksir juga,wuih…..diulang-ulang deh bacanya! Kalah deh sama acara ngapalin pelajaran sejarah yang bahannya sejibun dan besok jelas-jelas mau ulangan.

Nah, gitu tuh…..reaksi manusia secara alamiah ketika mendapat perhatian dari orang yang ia kagumi,sayangi atau cintai. Daripada ngelantur ngomongin cinta yang belom tentu juga membawa keselamatan,bahkan jangan-jangan membawa kita ke jurang neraka,mendingan kita coba buka sebuah surat cinta paling tebal didunia. Ehm……surat cinta siapa tuh???

TERINDAH

Dialah Al Qur’an, sebuah kitab suci bukti cinta Allah SWT kepada kita hamba-hambaNya. Mengapa Allah menurunkan kitab suci yang hingga kini masih dijaga keasliannya ini?

Yup!! Jawabannya adalah karena Dia tak ingin kita tersesat sehingga nggak menemukan kebahagiaan dunia apalagi akhirat. Bayangin aja,saking cintanya Allah sama kita, sampai-sampai surat cintaNya itu isinya lengkaaaaaaap banget!!!

Qur’an yang berarti bacaan ini secara lebih luas dimaknai sebagai Kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW sebagai mukjizat,yang akan membawa ummat manusia kepada keselamatan dunia dan akhirat. Indah kan?

Belum lagi kalau kamu telaah isinya. Baik dari tata bahasa yang digunakan,susunan kata-kata,rasa bahasa,dan maknanya. Bikin kamu ketagihan buat membacanya,lagi dan lagi!!!

Kedalaman maknanya membuat kita bahkan bisa merenung, menangis, atau tersenyum bahagia. Coba, mana ada surat cinta atau novel karya sastra sekalipun yang bisa bikin kita begitu rupa? Nggak percaya? Makanya buruan buka dan baca, kalau perlu sama terjemahannya sekalian.

Bingung?? Coba kamu diskusikan dengan teman atau orang tua yang lebih paham. Kata Muhammad Iqbal, perumpamaan membaca Qur’an itu, setiap hari selalu bertambah makna dan kedalaman isi yang akan selalu kita temukan. So, jangan berhenti untuk terus mengkaji Qur’anmu sedikit demi sedikit, kalau bisa malah tiap hari!!

TERLENGKAP

Al Qur’an terdiri dari 114 surat yang diturunkan dalam dua periode, Makkah dan Madinah.

Ayat-ayat Makkiyah terdiri dari 19/30 bagian darinya, yang terdiri dari 86 surat. Ayat-ayat Madaniyah yang terdiri dari 11/30 bagian isi Qur’an meliputi 28 surat.

Saking lengkapnya,disamping belajar baca Qur’annya,kita juga akan lebih cihuy lagi kalau bisa juga belajar tentang sejarahnya, kodifikasinya, dasar-dasar sistem yang digunakannya, mukjizat- mukjizatnya, juga tata bahasanya. Wuih, bener-bener samudra ilmu deh.

Urutan turunnya ayat-ayat dalam Al Qur’an terpencar. Adakalanya karena ada sebuah peristiwa atau kasus yang menyebabkannya turun, namun sebagian besar turun tanpa sebab-sebab khusus. Setiap turun ayat yang baru, Rasulullah SAW selalu memerintahkan mencatat dan menggandengkannya dengan ayat-ayat yang beliau tunjukkan sendiri. Beliau memiliki beberapa orang sekretaris untuk mencatat dan juga selalu mengadakan persesuaian bacaan dengan Jibril setiap kali turun ayat, disamping selalu mengadakan pengecekan atas bacaan para sahabatnya (murajaah).

Penyusunan lebih lanjut Qur’an sehingga seperti yang kita baca sekarang ini dilakukan oleh sebuah panitia penyusunan mushaf yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit ra, pada masa pemerintahan khalifah Utsman bin Affan ra.

Al Qur’an menjadi sumber utama seluruh ajaran Islam. Ia adalah wahyu Allah terakhir yang menjadi rahmat, hidayah dan obat bagi seluruh manusia ( QS. Al Israa’ ; 82 ). Ia memuat seluruh aturan hidup manusia, dari mulai urusan menjaga aqidah, kebersihan, hingga urusan nikah dan hutang piutang. Lengkap, deh!! Nggak heran kalau dikatakan bahwa Al Qur’an sesuai dengan fitrah manusia.

Ia membimbing manusia mengenal Tuhannya, dengan penghargaan yang tinggi terhadap rasio. Ia menyuruh manusia menyelidiki alam semesta,juga dirinya sendiri ( QS. Yunus ; 101 ).

Seorang penulis Italia, Laura Ceccia Vaglieri berkata, “Bacalah buku ini ( Al Qur’an ), ia tidak membosankan, bahkan dengan mengulang- ulang membacanya akan bertambah kecintaan kita. Ia memberikan perasaan hormat yang mendalam dan juga wibawa.”

TERHEBAT

Disamping karena gaya bahasanya yang indah, Al Qur’an juga sangat hebat dari segi isi dan ramalan-ramalannya. Jauh lebih hebat dari ramalannya Nostradamus ataupun Jayabaya. Ramalannya tentang akan ditemukannya mayat Fir’aun (QS. Yunus ; 92) terbukti dengan ditemukannya mummi raja kejam tersebut pada 21 abad kemudian, tahun 1881. Nggak mungkin toh kalau Al Qur’an itu dibuat oleh manusia (QS. Al Israa’ ; 88). Allah sendirilah juga yang akan menjaganya sepanjang masa agar tidak ada yang bisa merubah, menambah atau menguranginya.

Al Qur’an juga adalah kekuatan ruhaniyah yang sangat hebat. Hanya dengan mengamalkan Al Qur’an kita dapat menjadi orang-orang yang berpikiran maju dan seimbang dunia akhirat. Ia juga obat bagi ruhani kita. Ia adalah nur petunjuk yang menerangi jalan kita. Ia adalah rahmat dan nikmat bagi mereka yang sedang berjuang menegakkan kebenaran.

Jadi, sebelum kamu sekalian nyesel seumur hidup gara-gara nggak sempet kenal sama kitab sucimu sendiri, mendingan dari sekarang deh belajar lebih jauh tentang Al Qur’an. Alhamdulillah, kalau suatu saat kelak kamu bahkan bisa membantu menjaganya yaitu dengan menghapalkannya….amiiin…… (ifa avianty)


Maroji’ : Hanif

30 Des 2009

26 Des 2009

Hedley Churchward, Orang Inggris Pertama yang Naik Haji


Tahukah anda? Pada tahun 1910 telah ada Muslim asli Inggris yang telah menunaikan ibadah haji, yaitu Hedley Churchward yang sejak masuk Islam berganti nama menjadi Mahmoud Mobarek, telah menjadi orang Inggris pertama yang tercatat dalam sejarah yang menunaikan rukun Islam yang kelima yaitu naik Haji.

Abdulhakim Murad, seorang dosen dari Universitas Cambridge departemen Studi Islam, menceritakan kisah menarik peristiwa masuk Islamnya Hedley Churchward yang tercatat sebagai muslim pertama kelahiran Inggris yang melakukan ibadah haji dengan menempuh perjalanan selama lima bulan ke Ka'bah.

Hedley Churchward (Mahmoud Mobarek) lahir menjadi salah satu dari keluarga yang paling terkenal di Inggris, keluarganya memiliki rumah paling tua kedua (berusia lebih dari 700 tahun) di Inggris. Hedley Churchward juga memiliki bakat seni yang diakui orang sejak dirinya berusia dini. Bidang spesialisasi nya adalah melukis pemandangan untuk pentas teater dan di tahun 1880-an, ia menjadi terkenal dengan lukisannya.

Pada perjalanannya yang penuh inspirasi dengan melewati Spanyol, Churchward sangat terkagum-kagum untuk pertama kalinya melihat keindahan arsitektur Islam sisa-sisa peninggalan kebesaran Islam Andalusia dan dari Spanyol ia kemudian melanjutkan perjalanan menyeberang ke Maroko di mana disana ia terkesan dengan kemurnian dan kelembutan gaya hidup Islam masyarakat Maroko. Setelah beberapa saat perjalanannya di Maroko, Hedley Churchward membuat kepetusan yang sangat mengejutkan bagi keluarganya: Ia memutuskan untuk bersyahadat dan menyatakan diri masuk Islam.

Bagi seorang mualaf - Churchward memiliki prestasi besar dalam bidang studi Islam. Dirinya belajar di universitas Al-Azhar selama bertahun-tahun dan menjadi seorang pendakwah dan dosen terkemuka dalam mata kuliah Sirah di Qadi Akademi.

Sewaktu di Kairo, Mahmoud Churchward yang mempunyai bakat seni melukis - ditugaskan untuk menghiasi salah satu masjid di kota itu. Atas banyak jasanya, Presiden Afrika Selatan pada waktu itu - Paul Kruger - sebagai tanda terima kasih kepada Churchward - dirinya memberikan izin untuk pembangunan masjid pertama di Witwatersrand, Afrika Selatan. Churchward menikah dengan seorang wanita Mesir, yang merupakan putri dari salah satu ahli hukum Syariah terkemuka Al-Azhar.

Sejak dirinya masuk Islam, ia telah berpikir dan merasa bahwa ia belum sepenuhnya terintegrasi dengan Islam. Hingga akhirnya Churchward memutuskan untuk pergi ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah Haji dalam upaya untuk melengkapi Rukun Islam.

Abdulhakim Murad menceritakan pikiran dan perasaan yang mendalam Churhward atas perjalanannya ke Mekkah melalui pernyataan Churchward sendiri: "Suatu malam, ketika aku berjalan di sepanjang Piramida yang menjulang di waktu matahari terbenam,dan melihat kaki langit di belakang kota Kairo yang menerawangi senja wilayah Afrika, aku memutuskan untuk melaksanakan niatku yang seharusnya aku lakukan sejak aku menjadi seorang Muslim - aku akan pergi ke Ka'bah di Mekah. "

Pada tahun 1910 dalam situasi sosial politik yang kurang menguntungkan, niat tulusnya untuk melaksanakan ibadah haji harus melalui pembuktikan, karena secara syariah non-muslim dilarang untuk masuk ke perbatasan Mekkah. Churchward harus menjalani ujian soal pengetahuan Islam selama tiga jam yang dilakukan oleh seorang Qadhi Mesir untuk mengetahui pemahaman keIslamannya. Setelah berhasil ujian, ia mendapatkan 'paspor keagamaan' yang didukung oleh Qadhi seorang pimpinan ulama dari kekhalifahan Utsmaniyah waktu itu dan banyak ulama terkemuka dan para imam yang membantu dirinya untuk mengatasi kemungkinan hambatan birokrasi selama perjalanannya menuju Baitullah. Churchward berangkat dari Afrika Selatan (Johannesburg) menuju Mekkah pada tahun 1910. Dia menjalani perjalanan yang sangat melelahkan dengan menaiki kapal uap melalui Bombay.

Di pelabuhan Sudan Suakin, ia berkunjung ke kedutaan Inggris dan diberitahu bahwa ia tidak akan diizinkan untuk turun di Jeddah. Namun, ia mampu menyelesaikan persoalan itu, di mana ia menghubungi pejabat Utsmani dan tidak mengalami masalah sedikitpun. Di sana ia juga berkomunikasi dengan biro panduan haji dan mereka berangkat ke Kota Suci dengan dua keledai di malam berikutnya.

Abdulhakim Murad juga menceritakan banyak rintangan yang dilalui oleh Churchward dalam melakukan perjalanan menuju Mekkah. Dalam perjalanannya melintasi gurun pasir, ia sempat diserang oleh sekelompok Arab baduy yang ingin merampok kafilahnya, namun Churcward mampu melewati situasi yang berbahaya tersebut di tengah panas terik gurun pasir dan perjalanan yang melelahkan dengan sukses.

Meyakini bahwa Allah akan mengatur segalanya yang terbaik untuknya, akhirnya ia dan rombongannya tiba di Tanah Suci. Perjalanan selama lima bulan Churchward menuju ke Tanah Suci selesai sewaktui Churchward dan rombongannya menginjakkan kaki di Ka'bah, Rumah Allah.

Dan Mahmoud (Churchward) Mobarek adalah Muslim Inggris pertama yang naik haji dan melihat Ka'bah pada tahun 1910 dan sangat dihormati karena menjadi orang Inggris pertama yang menjadi tamu Allah.(fq/berbagai sumber)

Believe it or Not?


Sebuah fakta yang sangat mencengangkan saat kami mencoba menghitung kerugian yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok. Ternyata, kerugian merokok bukan hanya terkait masalah kesehatan, akan tetapi mencakup ekonomi, politik, agama dan seterusnya.

Ceritanya bermula saat mengisi program spiritual training “Life Management” di salah satu ibu kota propinsi di Sumatera yang diikuti sekitar 200 peserta beberapa waktu lalu. Setelah acara pembukaan selesai dan acara training dimulai, tiba-tiba kami dikagetkan dengan suasana ruang yang full AC itu berubah menjadi panas dan sumpek.

Penyebabnya tak lain adalah asap rokok yang menyembur dari mulut para peserta. Kami coba perhatikan setiap wajah peserta. Ternyata tak kurang dari 70% peserta asyik merokok, tanpa merasa bersalah sedikitpun. Coba bayangkan berapa jumlah asap rokok yang diproduksi saat itu di dalam ruang tertutup full AC itu?

Setelah menyampaikan mukaddimah (pengantar) training yang akan memakan waktu dua hari dua malam tersebut, sejenak kami berhenti dan berfikir bagaimana cara menyetop mereka yang sedang menikmati nikotin yang sangat berbahaya itu. Bahayanya bukan hanya bagi kesehatan para pelakunya, akan tetapi, bagi para perokok pasif (yang tidak ikut merokok dan mencium asap rokok yang keluar dari rongga para perokok) akan lebih berbahaya lagi. Begitulah hasil penelitian para ahli kesehatan masa kini.

Awalnya kami merasa agak sulit menyetop mereka merokok, khususnya dalam ruang acara training, karena team training kami lupa mencantumpkan tidak boleh merokok dalam tatib acara selama training berlangsung.

Setelah merenung sejenak, timbul ide untuk mencari tips efektif untuk menyetop mereka merokok. Akhirnya terfikir untuk mengangkat dan memaparkan fakta negatif para perokok yang mungkin saja merke belum mengetahui dan menyadarinya. Kami teringat pada email seorang sahabat terkait dengan fakta negatif bagi para perokok. Fakta tersebut bukan terkait dengan masalah kesehatan, akan tetapi terkait dengan ekses negetaif ekonomi dan politik yang ditimbulkan oleh prilaku buruk merekok. Karena mereka mayoritasnya para pegiat politik, kami yakin mereka akan antusias mendengarkan apa yang akan kami sampaikan.

Sebelum menyampaikan fakta-fakta tersebut kami memulainya dengan ungkapan, “Para hadirin yang dimuliakn Allah. Sebelum kita mulai acara spiritual training ini, ada masalah politik besar yang terjadi dalam ruangan ini yang akan menghambat acara ini, dan kemunkinan besar bisa gagal.” Mendengar ungkapan itu, mereka terlihat mulai serius dan menujukan pandangannya pada kami. Lalu, kami lanjutkan, “Masalah tersebut adalah ROKOK”. Hadirinpun terdiam. Lalu kami lanjutkan lagi, “Kalau masalah ini tidak bisa kita selesaikan, kami ususlkan salah satu dari dua pilihan, kendati keduanya pahit; yaitu para peserta training yang ingin merokok silahkan di luar ruang ini. Atau, kalau para peserta tetap ingin merokok dalam ruang ini, kami akan keluar dari ruang ini, nanti setelah tidak ada lagi yang merokok baru kami masuk lagi ke ruang ini. Kalau ada yang merokok, kami akan keluar lagi, kendati yang merokok hanya satu orang.

Namun, sebelum pilhan itu kita ambil, berikan kami waktu sejenak untuk menyampaikan beberapa fakta berikut terkait dengan bapak-bapak yang yang suka merokok. Adapun fakta-fakta yang dimaksudkan ialah :

1. Total penduduk dunia 6.5 Milyar.
2. Total Muslim dunia 1.3 Milyar.
3. Total perokok di dunia 1.15 Milyar.
4. Total Muslim yang merokok tidak kurang dari : 400 juta orang dan 140 juta orang adalah kaum Muslimin di Indonesia.
5. Produser rokok terbesar di dunia adalah Phillip Morris.
6. Donasi Phillip Morris kepada Israel adalah 12% dari profit yang mereka raih.
7. Kalau kaum Muslimin yang merokok menghabiskan satu bungkus/hari, berarti mereka membakar 400 juta bungkus rokok/hari.
8. Kalau harga rokok rata-rata $ 1.00/bungkus, berarti konsumsi mereka untuk rokok $ 400 juta/hari
9. Kalau 50% kaum Muslimin yang merokok membeli produk Philip Morris, berarti mereka menghisap 200 juta bungkus rokok produk Philip Morris/hari.
10. Total dana kaum Muslim yang masuk ke Morris sekitar $200 juta/hari
11. Rata-rata keuntungan rokok produk Philip Morris : 10% /bungkus
12. Berarti profit Philip Morris dari belanja rokok kaum Muslimin $ 20 juta/hari
13. Dengan demikian, kamu Muslim yang merokok menyumbang ke Israel $ 2.4 juta/hari dan $ 28.8 juta/tahun atau $ 288 juta/10 tahun

Ini fakta terkait dengan sumbangan para hadirin dan kaum Muslilimin lain di dunia kepada negera Yahudi. Bayangkan, mereka membakar uang sebanyak $ 400 juta/hari, sambil merusak diri sendiri (kesehatan sendiri) serta menyumbang pula ke Israel. Padahal menurut para Mujahidin Palestina, untuk memerdekakan Palestina dan Masjid Aqsha dari penjajahan bangsa yahudi diperlukan dana $ 500 juta/tahun. Sedangkan Anda habiskan untuk belanja rokok saja $ 400 juta/hari, atau sekitar $ 4.8 Milyar / tahun? Apakah ini perbuatan yang bisa diterima akal sehat? Apakah perbuatan ini tidak akan memancing murka Allah?

Dana yang Anda habiskan untuk merokok akan lebih baik digunakan kepada hal-hal yang bermanfaat lainnya; di antaranya tabungan untuk menunaikan ibadah haji misalnya. Jika Anda menabung setiap hari senilai satu bungkus rokok, atau sekitar Rp 10,000 maka uang Anda akan terkumpul sebanyak Rp 300.000/bulan, atau sekitar Rp 3.6 juta pertahun. Dalam sepuluh tahun Anda akan mampu menunaikan ibadah Haji yang biayanya tahun ini hanya sekitar Rp 30 juta.

Kalau Anda merokok selam 30 tahun, berarti Anda mampu berangkat haji dan dengan dua orang anggota keluarga yang lain. Lalu Anda katakan, saya belum bisa menunaikan ibadah haji karena Allah belum memberi Anda rezki yang cukup. Faktanya adalah, Anda dengan sengaja membakar setiap hari sebagian rezki yang Allah berikan itu dan digunakan untuk merusak diri sendiri, orang-orang lain di sekitar Anda. Dan lebih miris lagi, secara tidak sadar Anda menyumbang kepada Israel yang sedang mencaplok tempat suci Anda sendiri dan setiap hari membunuh saudar-saudara Anda di Palestina? Believe it or Not? Anda percaya atau tidak? Mereka serempak menjawab, “Percaya!”

Setelah mendengarkan fakta-fakat tersebut, Alhamdulillah, para peserta sepakat untuk tidak merokok di dalam ruang training dan bahkan sebagian besarnya berjanji untuk meninggalkan rokok secara bertahap. Akhirnya training dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan asap rokok para peserta sampai training selesai.

Pada acara penutupan training, tiba-tiba kami dikagetkan dengan lima orang peserta sebagai utusan para peserta training yang maju kedepan untuk menyampaikan pesan dan kesan selama mengikitu acara training. Yang menarik adalah, mereka bukan menyampaikan kritik, saran atau kesan. Melainkan membacakan sumpah dan komitmen untuk berhenti merokok selama-lamanya. Inilah hasil spiritual training yang nyata, kata mereka. Mereka mengaku, selama ini merokok karena belum mengetahui begitu besar mudarat yang ditimbulkan kebiasaan merokok, sambil mengatakan, “Sekarang saatnya kita bangun spiritual kita bebas dari rokok dan berhenti merokok adalah pintu masuk dunia spiritual yang lebih dalam dan lebih kongkrit”, ungkap mereka. Lalu, mereka meneriakkan takbir, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar”. Kamipun berucap dalam hati sambil terharu; Selamat berhenti merokok bapak-bapak. Semoga senantiasa mendapt ridha-Nya. Amin.

Menanti Bayi


Menanti kelahiran bayi kadang seperti menunggu hujan. Harap dan cemas menyatu. Berkali-kali datang awan mendung, tapi yang dinanti tak kunjung datang. Bedanya dengan hujan, kelahiran kadang datang tanpa menunggu mendung.

Tak ada peristiwa yang mampu menyentak urat bahagia pasangan suami isteri selain datangnya tanda kelahiran. Terlebih buat kelahiran bayi pertama. Tanda-tanda menjadi begitu berarti. Bahkan sakral.

Mulai dari telat haid, suami isteri seperti dibuai pesona bahagia. Angan-angan melayang jauh. Cita-cita pun tergantung di banyak titik. Seperti apa bahagianya bertemu dengan buah hati tercinta.

Begitu pun ketika tes kehamilan menunjuk tanda positif. Kebahagiaan makin menjadi. Walau mesti menempuh jalan ngidam yang lumayan susah, calon ibu tetap menebar senyum bahagia. Walau harus kerja rangkap sebagai pengurus rumah, calon ayah akan tetap bersemangat.

Hari berganti minggu, minggu pun melewati bulan. Dan, kehamilan tinggal menunggu hari. Anehnya, justru di penantian yang tak lama lagi itulah, harap terkalahkan cemas. Bahagia berganti gelisah. Setidaknya, suasana rasa itulah yang kini dialami Pak Gono.

Enam tahun sudah bahtera rumah tangga Pak Gono melaju. Sungguh waktu yang tergolong lama buat penantian sang buah hati. Tapi kini, penantian tinggal menunggu saat-saat terakhir. Beberapa hari lagi, isterinya akan melahirkan anak pertama. Setidaknya, perkiraan itulah yang terucap dari seorang bidan. “Tinggal nunggu hari, Pak. Sebaiknya dijaga dua puluh empat jam!” ucap sang bidan beberapa hari lalu.

Kini, Pak Gono benar-benar sibuk. Bukan sibuk mengurus pekerjaan. Bukan pula mengurus rumah. Sibuknya sama sekali tak terlihat. Hati dan pikirannyalah yang saat ini terus bekerja menampung harap dan cemas. Bagaimana proses melahirkan isterinya. Normalkah? Seperti apa bayinya kelak. Sehatkah, atau? Silih berganti, keduanya menguras konsentrasi Pak Gono.

Terlebih ketika tanda-tanda kelahiran timbul tenggelam. Pernah di suatu malam, isterinya mengeluh sakit perut. Jam menunjuk angka dua. Rumah bidan lumayan jauh. Kendaraan yang ada cuma motor. Waduh, mau bagaimana. Terpaksa, isterinya dibonceng dengan motor. Harapan Pak Gono cuma satu: jangan lahir di jalan!

Dan doa Pak Gono pun terkabul. Isterinya tak melahirkan di atas motor. Juga tidak di rumah bidan. Karena Bu Bidan meminta Pak Gono dan isteri pulang. “Wah, masih lama. Cuma kontraksi!” ucap sang bidan sambil menahan kantuk. Awalnya, Pak Gono menolak. Ia khawatir kejadian itu terulang ketika tiba di rumah. Tapi karena penjelasan dari sang bidan, Pak Gono mulai paham.

Dari penjelasan itulah, Pak Gono ngerti kalau tanda kelahiran itu tidak satu: mulas atau sakit perut. Tapi, ada tanda-tanda lain. Ada mulas yang semakin sering, keluar cairan, bahkan tidak tertutup kemungkinan darah. Kalau itu yang terjadi, kelahiran cuma berputar pada hitungan jam.

Sebenarnya, kalau bisa memilih, Pak Gono lebih nyaman tinggal bersama isteri di rumah bidan. Tapi karena ruang inap yang sangat terbatas, Pak Gono mesti ngalah dengan pasien lain yang siap mbrojol. Kalau di rumah sakit repot. Selain biayanya lebih mahal, lokasinya juga sangat jauh. Yang bisa dilakukan Pak Gono cuma satu: siap siaga. Walaupun itu harus ditebus dengan cuti panjang selama hampir satu bulan. Bahkan, kalau perlu berhenti kerja.

Semua itu dilakukan Pak Gono demi isteri dan calon buah hati. Sekian tahun tenggelam dalam penantian, kini bagaimana mungkin anugerah itu akan disia-siakan. Cita-cita memang harus ditebus dengan pengorbanan. Syukurnya, tahun-tahun penantian itu memberikan peluang Pak Gono dan isteri bisa menabung lebih banyak. Ia siap kalau harus ke rumah sakit.

Kejadian malam lalu terulang lagi. Isteri Pak Gono mulas. Kali ini lebih mulas dari sebelumnya. Jam menunjuk angka tiga. “Kamu benar-benar mulas, Dik?” tanya Pak Gono. Isterinya cuma mengangguk sambil meringis menahan sakit. “Apa ada cairan?” tanyanya lagi. Kali ini, isterinya menggeleng. Pak Gono mulai ragu. Tapi, karena kasihan, bapak usia tiga puluhan ini pun menyiapkan kendaraan menuju rumah bidan.

“Masih lama?” tanya Pak Gono memastikan. Pak Gono hampir tak percaya dengan penjelasan Bu Bidan. Bagaimana mungkin orang sudah kesakitan masih belum bisa melahirkan. Setelah diperiksa ulang, Pak Gono dan isteri dipersilakan pulang.

Ucapan Bu Bidan memang benar. Kesimpulan itu meluncur dalam benak hati Pak Gono setelah melihat isterinya yang sudah seperti biasa. Sehari setelah ke bidan, isteri Pak Gono sibuk-sibuk seperti biasa: masak, nyapu lantai, bahkan siap mencuci pakaian. Kalau saja tidak dicegah Pak Gono, kesibukan ketiga sudah dilakukan isterinya. “Ndak usah. Biar aku saja!” ujar Pak Gono cekatan.

Saat itulah Pak Gono baru bisa berpikir tenang. Dengan agak keras, ia membaca Alquran. Sesekali, ia menatap keadaan isterinya yang masih terlihat sibuk mondar-mandir menata perabot rumah. Entah kenapa, tiba-tiba hatinya merasa tidak enak. Ia tidak menemukan isterinya di ruang depan. Kemana?

Pak Gono tersentak ketika suara merintih terdengar dari balik kamar. “Dik?” suara Pak Gono sambil bergegas menuju kamar. Ternyata di kamar, isteri Pak Gono sedang menggelepar-gelepar kesakitan. Bukan hanya tanda mulas yang kelihatan kian jelas. Tapi cairan dan darah pun sudah membasahi pakaian dan sprei. Yang paling bikin panik Pak Gono, suara isterinya yang terus berucap, “Mau keluar, Mas! Bayinya mau keluar!”

Sambil siap-siap mengurus kelahiran, Pak Gono berteriak ‘tolong’. Beberapa tetangga berdatangan. Sebagian besar ibu-ibu. Mereka langsung membantu proses kelahiran dengan alat seadanya. Suatu hal yang tak diduga Pak Gono sebelumnya: ia tak kuat melihat darah. Saat itu juga, ia pingsan.

Setelah siuman, Pak Gono menemukan keadaan rumahnya agak lain dari biasa. Beberapa ibu tetangga terlihat mondar-mandir dari kamar ke dapur, dapur ke kamar. Seorang ibu mendekati Pak Gono. “Pak, selamat. Ibu dan bayinya sehat!” ucap ibu itu sambil senyum. “Alhamdulillah!” sambut Pak Gono sambil terhuyung menuju kamar di mana isteri dan bayinya tinggal. (muhammadnuh@eramuslim.com)

24 Des 2009

Ketika Cinta Tidak Perlu Diberi Nama


Udara yang cukup panas siang itu cukup membuat pori – pori kulit saya banyak mengelurkan keringat. Tetapi, saya cukup beruntung karena angkot yang tumpangi hanya berisi beberapa penumpang, hingga saya bisa lebih leluasa duduk tanpa harus berhimpit – himpitan dengan penumpang yang lain.

Tidak beberapa lama kemudian, angkot yang saya tumpangi kemudian sedikit merapat untuk kemudian naiklah dua orang penumpang. Seorang wanita yang mungkin umurnya saya perkirakan masih 20-an dengan dua orang anaknya. Secara jujur saya ingin mengatakan penampilan wanita muda itu dengan kedua orang anaknya itu jauh dari kesan menyejukkan mata. Rambut kusam dengan pakainnya yang bila boleh dikatakan tidak layak lagi.

Tetapi yang paling menarik perhatian saya adalah dua orang bocah yang duduk bersama perempuan itu. Dua orang bocah yang penampilan setali tiga uang dengan wanita muda itu. Bocah perempuan yang kira-kita umurnya delapan tahun duduk didekat saya, beberapa benjolan yang berisi nanah mengihiasi kepala dan bagian kaki serta lenganya. Dan sedikit menimbulakan bau yang kurang sedap. Begitu juga dengan bocah satu tahun yang berada dalam gendongan perempuan itu.

Beberapa penumpang yang ada didalam angkot itu, sedikit menutup hidungnya, mungkin karena bau yang ditimbulakan oleh koreng – koreng penumpang kecil itu. Saya yang kebetulan duduk di dekat dua bocah itu, rasaya pun ingin muntah, Karena bau anyir itu.

Merasa tidak diharapkan kehadirannya, wanita itu kemudian merapatkan bocah tertuanya untuk lebih dekat kepada tubuhnya, memeluk tubuh mungil itu dengan sebelah tangannya, sedang tangan yang satu ia pergunakan untuk menggendong bocah yan paling kecil. Tangannya kemudian membelai kepala anaknya yang tertua dan menciumnya penuh sayang.

Melihat apa yang dilakukan wanita muda itu, membuat hati saya jadi terenyuh. Saya yakin wanita itu pasti merasa bahwa orang – orang yang berada di angkot itu merasa terganggu dengan kehadiran mereka. Namun, perbuatannya tadi itu saya tafsirkan sebagai bentuk pembelaan kepada kedua anaknya. Sebagai bentuk wujud cinta seorang ibu keapada sang anak. Apapun keadaan anaknya.

Ah, saya jadi teringat dengan wanita mulia yang ada di ujung Sumatera. Ibu saya, yang selalu setia menyambut kedatangan saya dari luar kota tempat saya kuliah dengan senyumnya yang menawan. Tak Pernah saya berpikir betapa besar cinta wanita separuh paya itu kepada saya. Sebuah cinta yang murni bagaikan tetesan embun di pagi hari yang menyegarkan suasana pagi hari yang sejuk.

Perasaan cinta. Yang tidak hanya dilatar belakangi oleh nafsu untuk memiliki sepenuhnya yang dicintai. Sebuah perasaan yang tulus untuk kebahagiaan sang buah hati. Sebuah ungkapan kasih sayang untuk sebuah daging yang telah lama bersemayam dalam tubuhnya. Karena sesungguhnya cinta adalah perasaan di mana setiap orang yang memiliki perasaan itu akan sepenuhnya menyerahkan jiwa dan raganya untuk yang di cintai.

Rumit memang, untuk mendefinisikan rasa cinta yang tak akan pernah habis untuk di bahas keberadaannya. Namun, toh tak ada salahnya bila kemudian saya merasakan rasa cinta begitu besar kepada semua yang layak untuk saya cintai apapun itu bentuknya. Tanpa aturan – aturan yang mengharuskan cinta itu untuk di definisikan artinya secara kaku.

Seperti juga perasaan wanita muda yang saya jumpai terhadap dua orang anaknya yang berada di angkot, kepada dua bocah yang mungkin sebagian orang mengganggapnya sebagai makhluk yang jijik. Tapi itulah sebenarnya rasa cinta yang kadang membuat kita memiliki energi lebih untuk melindungi orang yang kita cintai. Toh sebenarnya wanita itu juga mungkin seperti saya, tak mengerti apa itu sebenarnya definisi dari cinta yang abstrak. Wallahu.alam.

22 Des 2009

RENUNGAN BESARNYA JASA IBU


Apa yang paling dinanti seorang wanita yang baru saja menikah ?
Sudah pasti jawabannya adalah : k-e-h-a-m-i-l-a-n.
Seberapa jauh pun jalan yang harus ditempuh, Seberat apa pun langkah
yang mesti diayun, Seberapa lama pun waktu yang harus dijalani, Tak
kenal menyerah demi mendapatkan satu kepastian dari seorang bidan:
p-o-s-i-t-i-f.
Meski berat, tak ada yang membuatnya mampu bertahan hidup kecuali
benih dalam kandungannya.

Menangis, tertawa, sedih dan bahagia tak berbeda baginya, karena ia
lebih mementingkan apa yang dirasa si kecil di perutnya.
Seringkali ia bertanya : menangiskah ia? Tertawakah ia? Sedihkah
atau bahagiakah ia di dalam sana?
Bahkan ketika waktunya tiba, tak ada yang mampu menandingi cinta
yang pernah diberikannya, ketika itu mati pun akan dipertaruhkannya
asalkan generasi penerusnya itu bisa terlahir ke dunia.
Rasa sakit pun sirna, ketika mendengar tangisan pertama si buah hati,
tak peduli darah dan keringat yang terus bercucuran.
Detik itu, sebuah episode cinta baru saja berputar.

Tak ada yang lebih membanggakan untuk diperbincangkan selain anak.
Tak satu pun tema yang paling menarik untuk didiskusikan bersama
rekan sekerja, teman sejawat, kerabat maupun keluarga, kecuali anak.
Si kecil baru saja berucap "Ma?" segera ia mengangkat telepon
untuk mengabarkan ke semua yang ada di daftar telepon.
Saat baru pertama berdiri, ia pun berteriak histeris, antara haru,
bangga dan sedikit takut si kecil terjatuh dan luka.
Hari pertama sekolah adalah saat pertama kali matanya menyaksikan
langkah
awal kesuksesannya. Meskipun disaat yang sama, pikirannya terus
menerawang dan bibirnya tak lepas berdoa, berharap sang suami tak
terhenti rezekinya.
Agar langkah kaki kecil itu pun tak terhenti di tengah jalan.

"Demi anak", "Untuk anak", menjadi alasan utama ketika ia berada di
pasar berbelanja keperluan si kecil.
Saat ia berada di pesta seorang kerabat atau keluarga dan
membungkus
beberapa potong makanan dalam tissue.
Ia selalu mengingat anaknya dalam setiap suapan nasinya, setiap
gigitan kuenya, setiap kali hendak berbelanja baju untuknya.
Tak jarang, ia urung membeli baju untuk dirinya sendiri dan
berganti mengambil baju untuk anak.
Padahal, baru kemarin sore ia membeli baju si kecil.
Meski pun, terkadang ia harus berhutang. Lagi-lagi atas satu alasan,
demi anak.

Di saat pusing pikirannya mengatur keuangan yang serba terbatas,
periksalah catatannya.
Di kertas kecil itu tertulis: 1. Beli susu anak; 2. Uang sekolah anak.
Nomor urut selanjutnya baru kebutuhan yang lain. Tapi jelas di
situ, kebutuhan anak senantiasa menjadi prioritasnya.
Bahkan, tak ada beras di rumah pun tak mengapa, asalkan susu si
kecil tetap terbeli.
Takkan dibiarkan si kecil menangis, apa pun akan dilakukan agar senyum
dan tawa riangnya tetap terdengar.

Ia menjadi guru yang tak pernah digaji, menjadi pembantu yang tak
pernah dibayar, menjadi pelayan yang sering terlupa dihargai, dan
menjadi babby sitter yang paling setia.
Sesekali ia menjelma menjadi puteri salju yang bernyanyi merdu
menunggu suntingan sang pangeran.
Keesokannya ia rela menjadi kuda yang meringkik, berlari mengejar
dan menghalau musuh agar tak mengganggu.
Atau ketika ia dengan lihainya menjadi seekor kelinci yang
melompat-lompat mengelilingi kebun, mencari wortel untuk makan
sehari-hari. Hanya tawa dan jerit lucu yang ingin didengarnya dari
kisah-kisah yang tak pernah absen didongengkannya.
Kantuk dan lelah tak lagi dihiraukan, walau harus menyamarkan
suara menguapnya dengan auman harimau. Atau berpura-pura si nenek sihir
terjatuh dan mati sekadar untuk bisa memejamkan mata barang
sedetik. Namun, si kecil belum juga terpejam dan memintanya
menceritakan dongeng ke sekian.
Dalam kantuknya, ia pun terus mendongeng.

Tak ada yang dilakukannya di setiap pagi sebelum menyiapkan
sarapan anak-anak yang akan berangkat ke kampus.
Tak satu pun yang paling ditunggu kepulangannya selain suami dan
anak-anak
tercinta. Serta merta kalimat, "sudah makan belum?" tak lupa
terlontar
saat baru saja memasuki rumah. Tak peduli meski si kecil yang dulu
kerap ia timang dalam dekapannya itu, sekarang sudah menjadi orang
dewasa yang bisa saja membeli makan siangnya sendiri di kampus.

Hari ketika si anak yang telah dewasa itu mampu mengambil
keputusan
terpenting dalam hidupnya, untuk menentukan jalan hidup
bersama
pasangannya, siapa yang paling menangis? Siapa yang lebih dulu
menitikkan air mata? Lihatlah sudut matanya, telah menjadi samudera
air mata dalam sekejap. Langkah beratnya ikhlas mengantar buah hatinya
ke kursi pelaminan.
Ia menangis melihat anaknya tersenyum bahagia dibalut gaun pengantin.
Di saat itu, ia pun sadar, buah hati yang bertahun-tahun menjadi
kubangan curahan cintanya itu tak lagi hanya miliknya. Ada satu
hati lagi yang tertambat, yang dalam harapnya ia berlirih, "Masihkah
kau anakku?"

Saat senja tiba. Ketika keriput di tangan dan wajah mulai
berbicara tentang usianya. Ia pun sadar, bahwa sebentar lagi masanya
kan berakhir.
Hanya satu pinta yang sering terucap dari bibirnya, "Bila ibu
meninggal, ibu ingin anak-anak ibu yang memandikan. Ibu ingin
dimandikan sambil dipangku kalian".
Tak hanya itu, imam shalat jenazah pun ia meminta dari salah satu
anaknya.
"Agar tak percuma ibu mendidik kalian menjadi anak yang shalih &
shalihat sejak kecil," ujarnya.

Duh ibu, semoga saya bisa menjawab pintamu itu kelak. Bagaimana
mungkin saya tak ingin memenuhi pinta itu? Sejak saya kecil ibu telah
mengajarkan arti cinta sebenarnya.
Ibulah madrasah cinta saya,
Ibulah sekolah yang hanya punya satu mata pelajaran, yaitu "cinta".
Sekolah yang hanya punya satu guru yaitu "pecinta".
Sekolah yang semua murid-muridnya diberi satu nama: "anakku tercinta".
by Nawawi, Farid

21 Des 2009

Gizi untuk Ibu Hamil dalam Pandangan Islam


Vina berkunjung ke rumah ibunya. Ia mengandung empat bulan. Lazimnya, tubuh ibu pada usia kandungan demikian, mulai memelar. Tidak demikian dengan Vina. Seperti semasa gadis, tubuhnya tetap imut-imut, kendati mengandung anak pertamanya. Ibunya yang doktor di bidang gizi tentu cemas. Vina tersenyum tipis sembari menjelaskan kesibukan bekerja dan beribadah membuatnya tak sempat memperhatikan kebutuhan gizi. ''Nggak cuma pada pelajaran nutrisi lho, malah jauh sebelumnya, agama pun telah menekannya,'' ujar ibunya sengaja memancing rasa ingin tahu putrinya yang dikenal saleha itu.

Betulkah Islam begitu sempurna sehingga telah menaruh perhatian pada gizi dan kesehatan? Hadis Nabi Muhammad SAW berikut, agaknya, mewakili kesempurnaan Islam sehingga mengatur pemeluknya di bidang nutrisi. "Tidak ada sesuatu yang dipenuhkan lebih buruk dari perut, kalaupun terpaksa dipenuhkan, maka biarlah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk pernafasan". Pesan tersebut mengisyaratkan kita untuk makan sesuai dengan kebutuhan tubuh dalam arti tidak kurang dan tidak berlebih. Untuk itu perlu kiranya kita mengkaji seberapa besar kebutuhan gizi pada saat kehamilan.

Kebutuhan gizi ibu selama kehamilan berbeda dengan pada masa normal. Kebutuhan gizi selama hamil menjadi lebih tinggi dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada fisiknya. Perubahan fisiologi selama kehamilan meliputi bertambahnya volume plasma, meningkatnya persediaan cadangan makanan, meningkatnya aliran darah uterine, serta bertambahnya berat janin, cairan amniotik dan plasenta. Hal itu menyebabkan terjadinya pertambahan berat badan. Rata-rata pertambahan berat badan ibu selama kehamilan adalah 12,5 kg.

Bagaimana kebutuhan gizi untuk ibu hamil? Kajian nutrisi menyebutkan, kebutuhan kalori yang bertambah 258 gr dari keadaan normal. Energi ini digunakan untuk mengubah energi makanan menjadi energi dalam metabolisme. Rata-rata kebutuhan protein bertambah 8,5 gr per hari pada saat puncak kebutuhan. Hal ini untuk menutupi perkiraan 925 gr protein yang dideposit dalam janin, plasenta dan jaringan maternal. Dianjurkan untuk mengonsumsi protein sebanyak 85 - 100 gr/hari pada 5 bulan pertama kehamilan.

Selanjutnya dapat mengonsumsi protein pada tingkat normal. Konsumsi protein selama sembilan belas minggu pertama kehamilan dapat mendukung pertumbuhan sel otak bayi. Namun kelebihan protein juga berdampak negatif pada kehamilan dan bayi yang akan dilahirkan, meski dukungan data untuk hal ini masih terbatas. Berkait dengan hal tersebut, bagaimana perspektif Islam? Simaklah surah Al-Maidah :87-88 yang artinya : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagimu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

Melalui firman-Nya ini, kita diingatkan untuk tetap proposional dalam mengonsumsi, sesuai kebutuhan yang disyaratkan. Bila kita merenungkan surah tersebut, alangkah sempurna dan indahnya Islam. Kenapa? Tak jarang, ada ibu hamil yang melahap melebihi kebutuhan nutrisi, karena beranggapan makan yang banyak berdampak pada janin. Padahal ilmu gizi telah memberi takaran, agar kita melampaui batas, sehingga dapat membuat tubuh kian melar.

Secara teoritis, kebutuhan protein bisa dipenuhi dengan mengonsumsi susu, daging, ikan, dan unggas, juga tempe dan tahu. Namun, berbagai riset mengungkapkan mengonsumsi ikan terutama ikan laut, pada masa hamil sangat dianjurkan. Ini karena ikan laut mengandung asam lemak omega 3 yang berperan pada pertumbuhan dan perkembangan sel otak dan proses pengelihatan (retina mata) pada janin. Selain itu ikan juga mengandung asam amino esensial yang sangat baik bagi pertumbuhan janin, disamping kandungan vitamin dan mineralnya yang cukup tinggi.

Anjuran berdasarkan hasil riset itu ternyata telah tersurat di Al Quran. Simaklah surah Al-Nahl: 14 yang artinya : "Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan dari padanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang dapat kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar di atasnya, dan supaya kamu mencari dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur."

Selain beragam zat, ibu hamil pun membutuhkan vitamin A yaitu sekitar 500 SI. Bila ibu mengalami kekurangan vitamin A selama kehamilan dapat menyebabkan bayi prematur dan retardasi pertumbuhan janin serta rendahnya berat bayi saat dilahirkan. Sebaliknya kelebihan vitamin A juga berdampak negatif. Ibu hamil untuk mendapatkan vitamin ini bisa dengan mengonsumsi hati, susu, ikan laut, sayuran dan buah berwarna hijau dan kuning. Kenyataan ini ternyata telah dianjurkan Nabi Muhamad SAW: "Berilah makanan wanita-wanita hamil sayuran, karena itu akan membuat anaknya sehat".

Kajian gizi secara sederhana menyarankan, ibu hamil untuk makan empat sampai lima porsi sehari dengan menu sehat seimbang. Yaitu terdiri atas nasi, laukpauk hewani (daging, ikan, udang, telur, ayam), laukpauk nabati (tahu, tempe), dan sayuran berwarna , serta usahakan untuk mengonsumsi buah-buahan. Dianjurkan pula bagi ibu hamil untuk minum susu antara 2 - 4 gelas sehari. Dari 2 gelas susu menyumbang 15 gr protein, 0,75 gr kalsium dan 160 kkal (skim milk), 320 kkal (whole milk).

Konsumsi kafein yang di atas 600 mg sehari dapat mengakibatkan aborsi spontan dan kelahiran prematur. Demikian juga konsumsi minuman beralkohol, akan mengakibatkan terjadinya fetal alcohol syndrome. Berkaitan dengan anjuran ini, terutama pada alkohol, Islam tegas mengharamkannya tak hanya bagi ibu hamil, juga untuk semua pemeluk Islam.

Hadis nabi besar Muhamad SAW yang diungkapkan Abu Huraira R.A berkata ''Dibawa kepada Rasulullah SAW pada malam beliau berisra' di Iliya dua buah gelas dari arak dan susu. Maka beliau memandang kedua gelas itu, kemudian beliau mengambil susu. Jibril berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menuntun engkau kepada fitrah. Sekiranya engkau mengambil arak, sungguh akan sesatlah umat engkau." (Al Bukhary 65:17, Muslim 36:10, Al Lu'lu-u wal Marjan 3:19 dalam Mutiara Hadits VII, 2002).

Hal lain yang perlu diperhatikan, ibu hamil harus mendapatkan makanan yang halal dan thayyib, dan berasal dari rizki yang halal. Makanan yang halal adalah semua makanan yang disediakan Allah SWT kecuali yang diharamkan seperti bangkai, darah yang memancar, daging babi, atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah seperti yang terdapat dalam Q.S. Al-An'am: 145. Namun terdapat pengecualian untuk binatang yang hidup di air (tawar maupun laut seperti ikan). Begitu juga dengan belalang, walaupun bangkai yang mati dengan sendirinya.

Seperti sabda Nabi Muhammad SAW ''Laut itu suci airnya, halal bangkainya.'' Namun makanan yang halal belum tentu thayyib. Dijelaskan pula bahwa yang thayyibah ialah semua binatang yang tidak menjijikkan. Makanan yang thayyib adalah makanan yang aman dan sehat. Makanan yang halal dan thayyib tersebut harus pula berasal dari rizki yang halal.

Karena bila kita makan dan minum yang berasal dari rizki yang haram, maka Allah SWT tidak akan menerima doanya, seperti yang diungkapkan hadis sebagai berikut: Rasulullah SAW bersabda: ''Hai manusia, sesungguhnya Allah Maha Baik. Ia tidak akan menerima (sesuatu) kecuali yang baik. Dan bahwa Ia memerintahkan kepada orang-orang mukmin sebagaimana Ia memerintahkan kepada para Rasul-Nya; kemudian beliau membacakan ayat yang artinya: "Hai para Rasul makanlah olehmu rizki yang baik yang telah kami anugerahkan kepadamu".

Lalu beliau menggambarkan tentang seseorang yang berjalan jauh (dalam keadaan) kumal dan kotor, menengadahkan kedatangannya ke langit seraya mengiba-iba: "Ya Tuhanku, ya Tuhanku, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan dengan yang haram pula, maka bagaimana bisa dikabulkan doanya. (HR. Muslim). Padahal pada saat kehamilan mutlak diperlukan doa kepada Allah SWT untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan janin. Begitu juga agar kelak bayi yang dilahirkan menjadi anak yang saleh/salehah.

Penulis : Rusilanti
REPUBLIKA

Adakah gunanya masker?


Salah satu gambar yang melekat dengan wabah flu babi adalah orang-orang di Meksiko yang lalu lalang di jalan dengan menggunakan masker.

Dan sejalan dengan penyebaran penyakit itu dari satu negara ke negara lain, bermunculan laporan orang-orang yang membeli segala jenis masker lewat intenet.

Walau upaya itu bisa dimengerti, para ahli tidak terlalu yakin apakah memang masker ada gunanya dalam melindungi diri dari Flu Burung.

Professor John Oxford, ahli virus dari Rumah Sakit Barts, mengatakan sedikti sekali bukti bahwa masker memang memberi perlindungan dari flu.

"Menurut saya membagikan masker ke khalayak umum seperti di Meksiko hanya merusak keyakinan ,” tambahnya.

Organsiasi Kesehatan Dunia, WHO, memang tidak mengeluarkan seruan agar menggunakan masker.
Pendekatan berbeda

Beberapa negara menggunakan pendekatan terbatas, seperti Belgia yang memberikan masker kepada penderita flu dan Spanyol yang membagikan kepada penumpang pesawat terbang yang baru kembali dari luar negeri.

Ada orang-orang yang amat mungkin melakukan kontak dengan virus maupun dengan orang yang mungkin menyebarkannya.

Profesor John Oxford

Adapun Inggris, sama seperti sejumlah negara lain, hanya menyarankan penggunaan masker di kalangan petugas kesehatan saja.

Masker yang tersedia di Inggris diperkirakan cukup untuk semua petugas kesehatan d Inggris, namun pihak berwenang sudah membahas kemungkinan penyediaan 30 juta masker jika wabah flu buruk menjadi amat buruk.

Para petugas kesehatan di Inggris diminta menggunakan masker dan sarung tangan jika melakukan kontak dengan penderita yang diduga mengidap Flu Burung.

Pendekatan itu, menurut Profesor Oxford, sudah tepat.

"Ada orang-orang yang amat mungkin melakukan kontak dengan virus maupun dengan orang yang mungkin menyebarkannya."

Departemen Kesehatan Inggris kini memusatkan perhatian untuk mengembangkan masker yang memiliki saringan, yang membuat orang menghirup partikel tertentu di udara.

Masker itu jauh lebih efektif disbanding masker biasa yang digunakan para dokter dan perawat saat melakukan operasi, yang juga sering digunakan oleh para pekerja bangunan.

Bagaimanapun tidak ada masker yang secara 100% bisa menghentikan partikel terhirup dan masker yang menggunakan filter sekalipun akan berkurang efektifitasnya jika sudah kotor.
Fungsi masker

Tapi masker bisa berfungsi untuk mencegah menyebar ke udara.

Jadi jika semua orang menggunakan maka akan terhenti penyebarannya.

Dr Ronald Cutler

Dr Ronald Cutler, Wakil Direktut Biomedika di University of London, mengatakan bahwa jika orang bersin menggunakan masker maka virus akan tertahan.

“Jadi jika semua orang menggunakan maka akan terhenti penyebarannya."

"Atau orang yang menderita flu menggunakannya, namun jika mereka baru menggunakan setelah diagnsoa mungkin sudah terlambat.”

Dr. Cutler menambahkan bahwa masalahnya adalah ketika bersin, orang justru cenderung melepas masker.

Disisi lain masker bukanlah pakaian bio-kimia.

“Masker jelas hanya menutupi satu bagian tubuh sehingga tangan dan pakaian anda mungkin ada virusnya dan ketika anda membuka baju maka anda terkena infeksi sendiri."

Dan ada kemungkinan bahwa dengan menggunakan masker maka orang merasa sudah terlindungi dan mendatangi tempat-tempat umum.

"Saran yang paling baik adalah cuci tangan dan tutup mulut saa bersin," tambahnya.

Dan Gail Lusardi, ahli pengendalian infeksi dari Glamorgan University, setuju dengan saran itu.

"Masker saja tidak akan mencegah penyebaran flu dan tindakan kebersihan yang mendasar seperti mencuci tangan, menggunakan tisue sekali pakai dan membersihkan permukaan barang-barang merupakan kunci dalam mencegah penyebaran infeksi."

Kalaupun menggunakan masker, tambahnya, sebaiknya yang menggunakan saringan dan bukan yang bisa dibeli di sembarang tempat.

19 Des 2009

Tahukah Anda Tentang Bahaya dari Pengharum Ruangan ?


Tak semua pengharum ruangan ternyata aman bagi kesehatan. Ada yang bisa membuat pusing, mual, hingga muntah. Bahkan pewangi tertentu bisa mengganggu pertumbuhan janin!
Pemakaian produk apa pun yang merupakan zat-zat kimia, bila berlebihan atau berkontak langsung melalui sistem pernapasan, akan menimbulkan gangguan pada fungsi sistem saraf. Demikian dikemukakan Dr. rer. Nat. Budiawan dari Puska RKL (Pusat Kajian Risiko dan Keselamatan Lingkungan).

Contohnya, pingsan dan gangguan sistem pernapasan. Begitu juga jika kontak dengan kulit.

Bahan pewangi organik dapat dengan mudah terserap melalui kulit dan menyebabkan efek pada kulit seperti iritasi dan dermatitis. Meskipun komponen zat kimia aktif yang dikandung tiap pewangi berbeda-beda. Itulah mengapa efek bahayanya bisa berbeda-beda tergantung pada komposisi dan bahan aktif aromanya.Di pasaran ada berbagai jenis pewangi. Ada yang padat (biasanya pewangi yang diperuntukkan untuk toilet dan lemari), ada yang cair, gel dan ada juga yang semprot. Sementara penggunaannya, ada yang digantungkan, ada yang diletakkan begitu saja, atau ditempatkan di bibir AC maupun kipas angin.

Menurut Budiawan, bahaya pewangi umumnya tergantung pada jenis/bentuknya maupun pewangi dan komponen-komponen kimia aktif yang terkandung di dalamnya, disamping faktor pengaruh lain, seperti jalur paparannya. Dari segi bentuk, sediaan yang mudah menguap (aerosol) lebih berisiko bagi tubuh, terutama jika terjadi kontak langsung melalui sistem pernapasan. Namun demikian kontak yang terjadi melalui kulit pun bukan tak berisiko mengingat zat pewangi akan begitu mudah memasuki tubuh.

Asal tahu saja, di pasaran ada 2 jenis zat pewangi, yakni yang berbahan dasar air dan berbahan dasar minyak. Pewangi berbahan dasar air umumnya memiliki kestabilan aroma (wangi) relatif singkat (sekitar 3-5 jam). Itulah mengapa pewangi berbahan dasar air relatif lebih aman bagi kesehatan dibandingkan pewangi berbahan dasar minyak. Memang, pewangi berbahan dasar minyak lebih tahan lama sehingga harga jualnya bisa lebih mahal. Pewangi jenis ini biasanya menggunakan beberapa bahan pelarut/cairan pembawa, di antaranya isoparafin, diethyl phtalate atau campurannya.

Sementara jenis pewangi yang disemprotkan umumnya mengandung isobutane, n-butane, propane atau campurannya. Untuk bentuk gel disertai kandungan bahan gum. Adapun zat aktif aroma bentuk ini umumnya berupa campuran zat pewangi, seperti limonene, benzyl acetate, linalool, citronellol, ocimene, dan sebagainya.

Menurut Budi, bagi prinsipnya semua zat pewangi tersebut berisiko terhadap kesehatan. Terutama pada mereka yang berada pada kondisi rentan, seperti ibu hamil, bayi, dan anak, ataupun orang yang sangat sensitif terhadap zat-zat pewangi. Sayangnya, baru sekitar 80% zat pewangi belum teruji keamanannya terhadap manusia. Di sinilah kewaspadaan konsumen betul-betul dituntut. Ada pun pewangi yang sudah dilarang The International Fragrance Association (IFRA) di antaranya pewangi yang mengandung musk ambrette, geranyl nitrile, dan 7-methyl coumarin. Sedangkan yang berbentuk gel dilarang bila mengandung zat-zat pengawet yang berbahaya bagi kesehatan, seperti formaldehyde dan methylchloroisothiozilinone. Jadi, tidak semua pewangi memberi efek negatif bagi kesehatan. Artinya, kita masih bisa menggunakan pewangi yang beredar di pasaran.

Hindari Sinar Matahari

Secara kasat mata mungkin sulit untuk mengetahui mana pewangi yang aman dan mana yang berbahaya. Sebagai tindak pencegahannya, konsumen harus cerdik memilih pewangi dengan merek terdaftar/teregistrasi. Dengan demikian keamanannya minimal cukup terjamin di bawah lembaga pengawas/pemberi izin. Tentu saja demi keamanan konsumen, badan pengawas harus benar-benar mengontrol peredaran pewangi ini. Terlebih terhadap pewangi dengan kandungan zat-zat tertentu yang memang diketahui berisiko bagi kesehatan. Mengapa hal ini perlu ditekankan? Tak lain, tegas Budi, pihak produsen kerap tidak mau mencantumkan pada kemasan mengenai komposisi bahan-bahan dalam pewangi yang diproduksinya.

Padahal semestinya produsen pewangi menyadari pentingnya keamanan bagi konsumen. Produsen yang seperti ini tentu akan menggunakan zat-zat yang benar-benar sesuai dengan mengikuti aturan lembaga pengawas dan perizinan terkait, dalam hal ini BPOM/Depkes. Atau sekurang-kurangnya mengikuti apa yang ditetapkan lembaga Internasional IFRA. Dengan begitu, pewangi yang mereka produksi dan edarkan pastilah memiliki kompetensi terhadap zat pewangi yang diizinkan.

Untuk konsumen awam, Budi menganjurkan agar senantiasa cermat membaca label atau registrasi produk. Selain itu, gunakan pewangi seperlunya saja sesuai kebutuhan. Menggunakannya pun jangan berlebihan sambil selalu mengedepankan kehati-hatian dalam memilih produk. Jangan lupa untuk menyimpannya jauh dari jangkauan anak-anak, terutama balita. Yang tak kalah penting untuk diperhatikan, hindari produk pewangi dari kontak langsung dengan sinar matahari guna mencegah terjadinya perubahan kimiawi. Itulah mengapa hindari area yang langsung terpapar sinar matahari sebagai tempat penyimpanan pengharum.

Ganggu Pertumbuhan Janin

Pewangi dapat saja memicu gangguan pernapasan ataupun asma, sakit kepala hingga kemungkinan gangguan pertumbuhan janin pada ibu hamil. Tapi hal ini akan terjadi jika memakai zat pewangi yang sudah dilarang penggunaannya sebagaimana yang direkomendasikan.

Hindari Pemakaian Kamper dari Kebutuhan Bayi

Menurut Budi, berdasarkan hasil studi terdahulu (WHO), jika zat kamper (naftalen) kontak langsung pada bayi secara perkutan (penyerapan melalui kulit) dan paparannya sering serta berlebihan dalam penggunaaannya, dapat menyebabkan peningkatan kadar billirubin dalam darah yang dapat mengganggu sistem saraf pusat.

Lebih Aman "si Penyerap"

Sebenarnya, tegas Budiawan, asalkan komponen zatnya sesuai fungsinya, maka antibau sebenarnya sudah memadai untuk dimanfaatkan. Antibau ini biasa kita lantaran kemampuannya menyerap bau dan kelembapan udara di kamar, mobil, maupun kulkas. Pada prinsipnya, zat antibau bekerja dengan cara menyerap zat-zat penyebab bau dan kandungan air di dalam udara. Kandungan zat antibau ini biasanya berupa karbon aktif, silika gel atau bahan sejenis polimer dan kadang ditambahkan pula zat pewangi. Itulah sebabnya, dilihat dari segi keamanannya, produk jenis ini lebih aman daripada pengharum/pewangi.

"Produk ini mekanisme kerjanya hanya menyerap. Sedangkan pewangi mekanisme kerja zatnya melepaskan zat pewangi." Hanya saja agar penggunaannya efektif, perhatikan benar masa pakainya. Soalnya, zat antibau bekerja berdasarkan penyerapan dan memiliki kapasitas terbatas. Artinya, bisa mencapai tingkat kejenuhan.

Beberapa produk memberi indikator khusus tanda sudah jenuh. Misalnya ada perubahan warna dari warna asalnya atau menunjukkan indikasi lainnya. Jika sudah jenuh mau tidak mau harus diganti. Meski tidak tertutup kemungkinan ada beberapa produk zat penyerap yang tetap masih bisa digunakan sekalipun sudah jenuh. Caranya? Lebih dulu dengan mengaktifkannya kembali lewat pemanasan oven dengan suhu mencapai sekitar 105 derajat Celcius hingga kembali ke keadaan semula. (PurWD/dbs)

18 Des 2009

TUJUAN KITA BUKAN ITU! (mengenang duka palestina)


Muqaddimah

Penghujung tahun 2008 menjadi duka mendalam para jundi palestina. Hari yang sekiranya menjadi momen bermuhasabah menyambut tahun baru hijriyah, menjadi berdarah, ternodai kebengisan bangsa israil membumihanguskan tanah palestina. Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun, tlah gugur ribuan syuhada sejak intifadhah palestina (pemberontakan) memasuki panggung politik tahun 1987. Yang terjadi di palestina bukan lagi masalah penjajahan. Yang terjadi di palestina lebih dari sekedar pembunuhan massal tak berperikemanusiaan, homo homini lupus, manusia memakan manusia adalah tema besarnya.

Tak terhitung lagi korban kritis yang hanya tinggal menunggu ajal berjatuhan, mayat-mayat bergeletakan tiada yang mengurus dan lebih dari 10.000 anak-anak palestina dipenjarakan, hingga kini tiada kabar. Riwayat pendudukan palestina sendiri memiliki banyak versi, tapi perlawanan balik pemuda palestina menghadapi tentara israil sudah dimulai sejak tahun 1948. Sejak dibantai dengan kejinya 6 pemuda palestina tanpa alasan yang jelas oleh tentara zionis itu. Ibarat kacang lupa kulitnya, bangsa pendatang itu (israil.red) menindas palestina yang jelas-jelas penduduk pribumi.

Rakyat palestina

Seakan makin memperjelas kebrutalannya. 28 desember 2008 adalah 1 dari 1001 cara israil 'menetralkan' tanah yang diklaim sebagai tanah sucinya. Dinetralkan dari noda yang mereka sebut sebagai penduduk palestina. Meski media selama ini terkesan bungkam. 28 desember seakan menjadi klimaks berkepanjangan rentetan penindasan yang terjadi di palestina. Kekejaman yang tiada pernah terbayangkan logika kita sebelumnya. Mengingat bahwa palestina adalah tanah tempat berdirinya masjidil aqsha (tepatnya di kota yerussalem), kiblat pertama umat muslim dunia dan tanah suci bagi bangsa nasrani yang penjagaannya menjadi tanggung jawab umat muslim dunia, lain hal masjidil haram yang penjagaanya dijamin Allah SWT. Kini dengan entengnya diinjak-injak bak semak belukar oleh ambisi haus kekuasaan zionis la'natullah.

"Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsu, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya" (An Nazi'at: 37-41)

Sudah sepantasnya kita basah oleh air mata melihat realita ini. Basah karena belum ada yang dapat kita perbuat untuk meringankan beban saudara kita. Sementara kita masih diberikan waktu luang untuk bersantai menikmati pemandangan laut, saudara kita harus kenyang dengan pemandangan lautan darah saban harinya. Sementara kita sempat menikmati rinai hujan yang turun. Ribuan penduduk sipil palestina dibantai dengn keji, terbakar serangan fosfor tentara zionis. Astaghfirullah.

Masalah bersama

Duka palestina adalah duka dunia, duka palestina adalah duka mendalam umat muslim dunia. Rakyat Indonesia harusnya merah padam menanggapi masalah ini. Masalah palestina bukan lagi dinomorduakan, tapi menjadi prioritas! Bayangkan siswa-siswi palestina yang meringkuk bersimbah darah disana adalah kerabat kita! Rasakan lengan tergores begitu sakitnya, lalu bagaimana rasanya diberangus mortir? Sekali lagi bukan mengesampingkan masalah dalam negeri, tapi krisis yang kita hadapi sekarang semata-mata imbas dari masalah global yang tak kunjung selesai. Buat apa jauh-jauh mempedulikan palestina? Saudara-saudara kita di papua saja masih terlantar dan bayi-bayi diperkirakan meninggal tiap minggunya karena diare, tapi sekali lagi ingatlah bahwa tujuan kita peduli bukan berbatas wilayah! Di ujung dunia manapun, sekali bersyahadat "asyhadu allaa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadur rasulullah" telah mengikrarkan ukhuwah kita. Saudara yang terdholimi menjadi tanggung jawab bersama. Tiada alasan untuk acuh disaat kedholiman meraja.

Go Palestine

Kini telah banyak bermunculan aksi-aksi kepedulian terhadap rakyat palestina. Gerakan menyemangati tentara al musawwamatul islamiyah (HAMAS.red) yang menjadi garis depan perjuangan rakyat palestina dan gerakan lainnya lewat meja perundingan gencar dilakukan. Kepedulian ini bukan semata-mata bersifat insidental, lebih merujuk kepada dukungan jangka panjang mengingat bahwa korban kini melebar ke rakyat sipil, termasuk anak-anak, orang tua bahkan pers yang haknya dilindungi oleh dunia internasional diacuhkan begitu saja oleh tentara zionis israil.

Meski israil selalu mengingkari kesepakatan perdamaian, harapan untuk masa depan yang lebih baik selalu ada. Semoga Allah selalu melimpahkan kemudahan di setiap perjuangan yang ditempuh. Kini harapan kita tinggal jalan kedamaian agar: (1) israil segera dan serentak menarik mundur pasukannya dari bumi palestina, (2) yerussalem timur dijadikan tanah bebas dengan kekuasaan dikembalikan kepada palestina, (3) palestina diberikan hak untuk menjadi negara bebas dan merdeka, dan (4) rakyat palestina yang terusir dikembalikan lagi ke tanahnya. Resolusi PBB 242 dan 316 menghimbau agar tuntutan ini dipenuhi.

Asa dalam doa

Semoga kita diberikan waktu untuk nantinya dapat melihat kekuasaan Allah kelak. Kekuasaan saat melindungi rakyat palestina, seperti lindungannya saat menjadikan tentara gajah abrahah kocar-kacir laksana daun-daun yang dimakan ulat. Biarkan waktu menjawab doa kita, dan atas izin Allah diteguhkan perjuangan rakyat palestina hingga akhir. Biarkan perjuangan tiada merugi para jundullah palestina terus membahana, karena tetes darah para syuhada diharamkan Allah mencium bau neraka dan perjuangan para jundullah-jundullah palestina takkan habis hingga ujung jari mereka menggapai surga. Biarkan masa kan menjawabnya.

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka" (Ath Thalaq: 2-3)
Written by ikhwanJAYUS
(http://www.medicalzone.org/2009/index.php?option=com_content&view=article&id=99:tujuan-kita-bukan-itu-mengenang-duka-palestina&catid=14:berita-islam#josc506)
Amiin.
Wallahu a'lam bisshawwab

Goresan Ku di Tahun baru Hijriah 1431 H…


By: Maya_Arnis.... (1 mUharam 1431 H)

Aq sebuah nyawa,,,,
Seonggok diri...
Sebatang Raga...
Sehembus Nafas...
Sebayang Roh... yg bisa berdaya Karena MU....

Rabbul Izzati,,,,
Puji-pujian hanya padamu...
Ribuan bahkan Jutaan Kalimat Syukur hanya pantas Untuk MU,,,
Semoga Hamba bukan termasuk hamba yg kufur nikmat ya Rabb...
Atas segala Nikmat dan KaruniaMu tahun Ini....
Namun,,, ya Rabb.. jgn Kau putuskan Nikmat Mu untk ku
Melwati tahun Baru ini....

Bismillahirrahmanirrahim...
Kuawali Tahun Ini ,,

Saudaraku,,,
Ini lah titik awal Tahun Kita...
Membuka lembaran baru...
Menyiapkn buku hidup yang baru,,,
Halaman yg baru,,,,
Yg judulnya... ”Hidupku di 1431 H..”

Jgn malah sebaliknya,,,
Enggan berucap selamat di hari ini,,,
Namun berpesta di Tahun Baru Masehi,,,

Inilah Awal lembaran Baru kita teman,,,,

Jgn malu dgn Agama kita........
Katakan AKU BANGGA SEBAGAI MUSLIM........

Bunda,,,,
Adakah kau mnyiapkn banyak makanan hri ini...’
Ini kan tahun baru kita???
Oh,, iy,,
Tak perlu ya Bunda,,, bukan pesta pora yg kita lakukan…
Bukan itu yg kita harapkan…
Tpi jdikan awal tahun baru ini
Sbgai hari untuk introspeksi diri...
Trimakasih bunda,, atas nasehatmu di awal tahun ini...
Trimakasih Ayah,,, atas Wejanganmu di awal tahun ini,,,

Ridhoi kami YA Rabb...

Dakwah Seniman Muslim Australia, Dari Hip Hop Sampai Komedi


Banyak cara yang bisa dilakukan seorang Muslim untuk meluruskan pandangan yang salah tentang Islam. Jehad Dabab, seorang pemuda Muslim di Australia melakukannya dengan cara membentuk group musik hip hop yang diberi nama "The Brothahood."

"Melihat stereotipe negatif yang dilekatkan ke komunitas muslim, kadang membuat frustasi. Kami ingin menerobos semua stereotipe itu lewat musik dan lewat dialog dengan anak-anak muda dengan menggunakan bahasa yang mereka pahami," kata Jehad yang berperan sebagai vokalis di groupnya.

Komunitas Muslim sudah ada di benua Australia sejak lebih dari 200 tahun yang lampau. Saat ini, dari 20 juta total penduduk Australia, komunitas Muslimnya hanya sekitar 1,5 persen. Sejak peristiwa serangan 11 September 2001 di AS, Muslim di Australia seperti juga di negara non-Muslim lainnya menjadi sasaran kecurigaan dan diidentikkan dengan teroris.

Ketika insiden 11 September terjadi, Jehad baru berusia 12 tahun. Namun peristiwa itu mendorongnya untuk menekuni kembali agama Islam. "Dan saya menemukan hal-hal buruk yang dikatakan banyak orang tentang Islam, semuanya salah," ujar Jehad.

Polling tahun 2007 yang dilakukan lembaga think-tank Issues Deliberation Australia menunjukkan bahwa masyarakat Australia pada umumnya menganggap Islam sebagai ancaman bagi cara hidup orang-orang Australia dan sebuah laporan pemerintah yang dirilis baru-baru ini menyebutkan bahwa kaum Muslimin di Australia menghadapi sikap islamofobia dan perlakuan diskriminatif yang buruk dan tidak pernah terjadi sebelumnya.

Jika Jehad memanfaatkan musik, Nazeem menggunakan sarana komedi untuk meluruskan pandangan negatif masyarakat Australia tentang Islam. Bersama seorang rekannya, ia membentuk duo komedi Fear of a Brown Planet. Saat tampil di depan publik, Nazeem mengangkat berbagai isu seperti masalah bom bunuh diri, ras dan isu-isu sosial lainnya.

"Kita sudah banyak melihat kegilaan di seluruh dunia dalam beberapa tahun belakangan ini. Kita harus menghentikan sikap primitif itu dan harus bersikap lebih kritis. Anda tidak bisa bicara tentang rasisme dengan lugas, kecuali lewat cara komedi atau lewat cara lainnya yang lebih bisa diterima," kata Nazeem.

Nazeem optimis, ditengah kesulitan yang dihadapi komunitas Muslim di berbagai negara, selalu terbuka peluang untuk berbuat kebaikan. "Saya berharap, masa-masa yang akan datang terbentuk lewat tindakan-tindakan kita yang positif," tukasnya. (ln/iol)

16 Des 2009

Diskriminasi Agama Menyulitkan Muslim Eropa


Lembaga think-tank Open Society Institute (OSI) dalam laporannya menyatakan bahwa diskriminasi berlatarbelakang agama masih menjadi kendala bagi komunitas Muslim untuk berperanserta dalam kehidupan masyarakat Eropa. Dalam beberapa tahun ini, menurut OSI, diskriminasi berlatarbelakang agama yang terjadi di Eropa bahkan semakin buruk.

Itulah kesimpulan dari hasil pemantauan OSI terhadap proses integrasi sosial komunitas Muslim di 11 kota di Eropa Barat. Dalam kesimpulannya OSI menyebutkan bahwa populasi Muslim di Eropa dipekirakan akan meningkat dua kali lipat sampai tahun 2025 atau jumlahnya akan mencapai sekitar 40 juta orang.

Kemungkinan, kata OSI, jumlahnya lebih besar karena data tentang yang bisa dijadikan rujukan untuk mengetahui berapa sebenarnya populasi Muslim di Eropa sangat terbatas.

Meski jumlahnya terus bertambah, komunitas Muslim Eropa masih menemui banyak kendala dalam berintegrasi dengan masyakarat Eropa. Kendala terbesar adalah diskriminasi terhadap komunitas Muslim karena latar belakang agama mereka. Untuk itu, OSI merekomendasikan pemerintahan di Eropa untuk lebih meningkatkan upaya mengikis persoalan diskriminasi terhadap warga minoritas Muslim.

Supervisor penelitian yang dilakukan OSI, Nazia Hussein mengatakan bahwa banyak komunitas Muslim yang masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat Eropa. Padahal komunitas Muslim di Eropa merasa sudah terikat dengan tempat mereka tinggal dan ingin berbaur ke tengah masyarakat Eropa yang mayoritas non-muslim

"Mayoritas Muslim yang saya ajak bicara di 11 kota yang kami teliti memiliki perasaan yang kuat dengan kota tempat mereka tinggal di Eropa. Tapi, pada saat yang sama mereka tidak yakin masyarakat setempat atau masyakarat Eropa pada umumnya, juga menganggap mereka sebagai bagian dari orang Jerman, Prancis atau Inggris," papar Nazia.

Ia mencontohkan komunitas Muslim di Kreuzberg, Jerman yang cenderung menyebut diri mereka berdasarkan negara asal mereka. "Mereka melakukan itu bukan karena menolak nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat Jerman tapi karena sikap masyarakat Jerman yang masih menganggap mereka sebagai 'orang asing'," ujar Nazia.

Kondisinya makin buruk karena beberapa kota di Eropa memberlakukan larangan mengenakan simbol-simbol keagamaan atau melarang busana yang menunjukkan identitas agama seseorang di institusi-institusi pendidikan.

Kota-kota yang diteliti OSI antara lain Amsterdam dan Rotterdam di Belanda, Antwerp di Belgia, Berlin dan Hamburg di Jerman, Kopenhagen di Denmark, Leicester dan London di Inggris, Marseille dan Paris di Prancis dan Stockholm di Swedia.

Dari penelitian itu ditemukan sejumlah fakta bahwa mayoritas Muslim di Eropa yang sudah memiliki hak suara, aktif menggunakan hak suaranya dalam pemilu lokal dan pemilu nasional. Ini menunjukkan bahwa komunitas Muslim ikut berperan dalam aktivitas politik di tempat mereka tinggal.

Fakta lainnya, setengah dari warga Muslim yang disurvei mengaku mengalami diskriminasi berlatarbelakang agama dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini, tingkat pengangguran di kalangan komunitas Muslim tiga lebih besar dibandingkan dari kalangan non-muslim.

Selaian mengatasi persoalan diskriminasi, OSI merekomendasikan pemerintahan kota di Eropa untuk membuat pemukiman-pemukiman yang dihuni oleh komunitas dari berbagai latar belakang agama dan ras. Karena dari hasil survei OSI, komunitas Muslim menyatakan mereka sebenarnya lebih senang tinggal dan berbaur di pemukiman yang dihuni oleh warga yang berasal dari berbagai latarbelakang, dibandingkan tinggal di pemukiman yang penghuninya terbatas dari kalangan komunitas Muslim saja. (ln/bbc)
eramuslim.com

Generasi Muda Islam di Inggris, Lebih Militan Ketimbang Orang Tua Mereka


Dibandingkan generasi orang tua mereka, angkatan muda Muslim Inggris lebih kuat berpegang pada syariat Islam, tetap mempertahankan jilbab dan lebih mengutamakan sekolah-sekolah Islam.

Ini kesimpulan yang dihasilkan dari polling yang digelar sejumlah harian Inggris pada hari Senin (29/1). Polling itu diselenggarakan oleh sebuah lembaga yang bergerak dalam tukar menukar pikiran dan kerjasama dengan sejumlah lembaga lain.

Hasil polling tersebut menunjukkan bahwa jumlah kaum muda Muslim yang komitmen menjalani hidup secara syariat Islam, menyekolahkan anak mereka ke sekolah Islam, dan pertahanan mengenakan jilbab, lebih banyak dibanding orang-orang tua dan kakek nenek mereka.

Hasil yang dipaparkan melalui harian The Telegraph itu rinciannya sebagai berikut; sebanyak 86% responden menyatakan bahwa agama Islam adalah aspek yang sangat penting bagi mereka. Sementara 40% dari pemuda Islam yang usianya dalam rentang 16-24 tahun, menyatakan keinginannya yang tegas untuk menerapkan syariat Islam dan hanya 17% saja dari responden yang berusia 55 tahun, yang menyatakan hal tersebut.

Perbandingan itu juga menyimpulkan bahwa kaum muda Muslim di Inggris lebih ingin menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah Islam.

Polling itu melibatkan 1.003 responden kaum Muslimin Inggris. Sebanyak 3 orang dari 4 orang (75%) menyatakan, kaum Muslimah seharusnya tetap mengenakan jilbab. Sedangkan hanya 25% saja dari responden berusia di atas 55 tahun yang mengatakan keinginan tersebut.

Di sisi lain, ada 36% responden yang telah menyatakan pendapat mereka soal wajibnya hukuman bunuh atas seorang Muslim yang berpindah agama, sebagaimana disyariatkan dalam Islam. Sedangkan di kalangan orang-orang tua, hanya 19% saja yang mengatakannya.

Terkait dengan fenomena Islamofobia terhadap Islam, polling itu menyebutkan bahwa pemerintah Inggris dan sejumlah kelompok Islam, ikut membesar-besarkan masalah tersebut di samping menyebutkan juga bahwa kaum Muslimin dalam hal ini lebih merupakan “korban”. (na-str/iol)
eramuslim.com

15 Des 2009

Gerakan Islam Kecam Serangan ke Tempat Suci Baru-baru Ini

Alquds : Gerakan Islam di Palestina yang diduduki Israel sejak tahun 1948 menegaskan, Israel bertanggung jawab atas semua serangan yang terjadi baru-baru ini terhadap kaum muslim dan tempat suci mereka; karena Israel lah yang mengukuhkan semacam pendekatan anti-Islam, kaum muslimin dan Arab selama puluhan tahun.

Gerakan Islam menyebutkan sejumlah aksi serangan ini, di antaranya: pembakaran masjid Yasouf oleh ekstremis Zionis pada Jumat 11/12/2009, aksi yang dilakukan kelompok ekstrim Zionis yang menyebut dirinya "Ovadia Yosef" pada Sabtu 12/12/2009, yang menghina Islam dan umat Islam. Belum lagi serangan yang dilakukan polisi Israel pada hari Ahad 13/12/2009 di masjid al Aqsha terhadap salah seorang penjaganya, dan penyerbuan yang dilakukan para pemukim pendatang Zionis pada Senin 14/12/2009 terhadap masjid al Ajami di Jaffa.

Gerakan Islam menegaskan bahwa entitas Zionis telah berusaha selama bertahun-tahun, memadamkan perjuangan politik atas konfliknya dengan orang-orang Arab dan kaum Muslimin. Gerakan Islam menyatakan bahwa penergetan terhadap masjid al Aqsha dan penjaganya, pembakaran masjid oleh para pemukim pendatang Zionis Israel, menghina Islam dan umat Islam oleh mereka yang menganggap dirinya "tokoh agama" dan penyerbuan terhadap kesucian masjid Ajami di Jaffa; adalah bukti jelas bahwa konflik religius sedang terjadi dan dengan kekuatan.

Gerakan Islam menyatakan bahwa mereka para "agresor pendosa tersebut tidak mungkin berani melakukan serangan seperti itu jika mereka tidak tahu pasti bahwa rezim resmi rela dengan perilaku seperti ini dan bahkan mendukungnya.” Gerakan Islam mengatakan, “Al Aqsha adalah al Aqsha, kami tidak mengenal nama lainnya. Masjid-masjid adalah rumah Allah yang suci, Islam semuanya adalah keindahan dalam keindahan, wahai orang-orang yang bersarang di akal dan pemikurannya keburukan."

Di akhir pernyataannya Gerakan Islam menyatakan, “Namun semua pihak agar tahu, bahwa ketidakadilan tidak dapat berlangsung dan tidak akan bertahan. Inilah yang ditegaskan dalam firman Allah swt: dan hari-hari (kemenangan dan kekalahan) itu kami pergilirkan di antara manusia (Ali Imran: 140)." (seto)

Infopalestina

Rakyat Amerika Kehilangan Agama

Pergi ke gereja hari Minggu? Tunggu dulu. Itulah yang sekarang mungkin dikatakan oleh sebagian besar penduduk Amerika. Rakyat Amerika memang tengah berkubang dalam lingkaran dimana tak lagi mempercayai gereja.

Kemungkinan besar bahwa satu dari lima orang-orang di sana menemukan "energi spiritual" di gunung atau pohon-pohon. Inilah hasil dari survei terbaru Pew Forum on Religion & Public Life, yang dirilis hari Rabu, pekan kemarin.

Berikut hasil lebih lengkap dari survei Pew tersebut:

• 26% dari mereka yang menghadiri pelayanan keagamaan mengatakan mereka melakukannya di lebih dari satu tempat.

• 28% dari orang-orang yang datang ke gereja, setidaknya mengatakan mereka mengunjungi beberapa gereja di luar tradisi mereka sendiri.

• 59% dari gereja jarang sekali mendapatkan jemaat.

Survei dilakukan atas 2.003 orang dewasa dari 11-27 Agustus dan memiliki margin kesalahan plus atau minus 2,5 poin persentase. Pew mengatakan dua dari tiga orang dewasa percaya atau mengutip pengalaman dengan setidaknya satu fenomena supranatural, termasuk:

• 26% menemukan "energi spiritual" dalam hal fisik.

• 25% percaya pada astrologi.

• 24% mengatakan orang akan dilahirkan kembali di dunia ini lagi, setelah mati.

• 23% mengatakan yoga adalah sebuah "praktik spiritual."
(sa/usatoday)
Sumber : Eramuslim

14 Des 2009

Menjawab Kritik


Ketika kaum Muslim baru saja kembali dari suatu peperangan yang melelahkan, sebagai kepala negara, Khalifah Umar bin Khatab menyampaikan pidato kenegaraan sebagai laporan kemenangan gemilang yang baru saja diraih oleh pasukannya. Namun, ketika selesai mengucapkan kalimah hamdalah dan salawat, diiringi dengan kata-kata, ''Wahai manusia, dengarkan dan dan taatilah!'' itu tiba-tiba seorang di antara yang hadir langsung berdiri dan menginterupsi, ''Hari ini kami tidak akan mendengar dan menaatimu wahai Ibn Khattab!'' kata orang itu.

Khalifah tertegun dan keheranan, sambil berkata, ''Ada apa?'' Laki-laki itu melanjutkan, ''Anda telah membagi-bagi ganimah [rampasan] kepada kami. Kami masing-masing mendapatkan jatah sehelai kain. Kami lihat Anda hari ini memakai baju baru. Dari mana Anda peroleh jatah kain lainnya?''

Khalifah Umar kemudian menyuruh anaknya menjawab. ''Wahai Abdullah bin Umar, bangun dan jawablah pertanyaannya.'' Abdullah bin Umar kemudian berdiri dan berkata, ''Ya. Aku lihat baju ayahku tidak cukup dengan kain yang dibagikan, lalu bagianku aku berikan kepadanya agar cukup untuk sebuah jubah, karena jubahnya yang ada telalu banyak tambalan.''

Mendengar itu, laki-laki itu bangkit dari tempat duduknya lalu berkata, ''Sekarang kami akan mendengar dan menaatimu wahai Khalifah. Silakan lanjutkan pidatomu!''

Untuk ukuran zaman sekarang, para pendukung seorang pemimpin pasti tersinggung dan bereaksi keras bila orang berulah sebagaimana laki-laki itu. Apalagi, orang itu bersikap taksopan --dalam anggapan umum saat ini-- di hadapan seorang kepala negara dan berani melontarkan tuduhan atau dugaan yang tidak benar di depan publik. Tindakan itu bahkan bisa dianggap merongrong dan merusak nama baik sang pemimpin. Oleh karena itu, tak jarang para pendukung tokoh itu melakukan segala cara untuk membungkam suara-suara seperti itu demi menyelamatkan pemimpin yang didukungnya.

Bandingkan dengan sikap Khalifah Umar yang tidak tersinggung sedikitpun itu. Beliau menyadari bahwa rakyat mempunyai hak untuk menyampaikan kritik sesuai dengan janjinya ketika dinobatkan sebagai Khalifah. ''Siapa yang melihat aku tak beres, silakan tegur dan luruskan aku.'' Saat itu seorang laki-laki bangkit dari duduknya dan berkata, ''Ya. Kami akan menegurmu dengan mata pedang kami.'' Umar tidak kaget, terlebih lagi karena ia merasa tidak melakukan sesuatu apa pun seperti yang dituduhkan.

Beliau dengan serius mendengar suara mereka, kemudian segera memberikan jawaban dengan bukti-bukti nyata yang meyakinkan umat. Namun, bukan sebaliknya, Ia malah mengecam dan mengancam. Wallahu a'lam. (Muhammad Abbas Aula)


republika

Awas Demam Riya!


Riya’ merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya, bahkan lebih berbahaya dari demam berdarah atau aids sekalipun. Sulit membedakan ibadah jaman sekarang yang tidak bercampur riak

Suatu ketika, di yaumil akhir, berlangsung pengadilan terhadap tiga orang laki-laki. Yang pertama kali diadili adalah orang yang gugur sebagai syahid. Ia kemudian dipanggil oleh Allah. Kepadanya kemudian diperlihatkan amal perbuatannya. Ia pun mengakui perbuatannya ketika berperang membela agama hingga akhirnya gugur sebagai syahid.

Kemudian Allah bertanya: “Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkannya (mati syahid).”

“Aku berperang demi (mendapat) ridha-Mu hingga aku gugur di medan jihad,” jawab lelaki itu.

“Kamu berdusta,” sergah Allah.

“Kamu berperang agar dikatakan pemberani dan sungguh kamu telah mendapatkannya,” sambung Allah lagi.

Kemudian Allah memerintahkan agar orang tersebut diseret dan dilemparkan ke dalam neraka.

Selanjutnya Allah memanggil orang yang kedua, yakni seorang lelaki yang tekun menuntut ilmu dan mengajarkannya. Ia juga rajin membaca al-Qur’an. Seperti yang pertama, ia pun diperlihatkan amal perbuatannya. Setelah ia mengenalinya, Allah bertanya: “Apa yang telah kamu perbuat dengannya (menuntut ilmu)?”

“Saya menuntut ilmu, mengajarkannya kepada yang lain dan membaca al-Qur’an demi Engkau, ya Allah,” jawab lelaki itu.

“Kamu berdusta!” kata Allah berfirman.

“Kamu menuntut ilmu agar dibilang orang pandai dan kamu membaca al-Qur’an agar dikatakan sebagai qori yang bagus (bacaannya), dan sungguh kamu telah memperolehnya,” ungkap Allah.

Kemudian Allah memerintahkan agar orang tersebut diseret dan dilemparkan ke neraka.

Berikutnya Allah mengadili orang yang ketiga yakni seorang lelaki yang dilapangkan dan dikaruniai Allah kekayaan yang melimpah. Kepadanya diperlihatkan amal perbuatannya. Iapun mengenalinya. Lalu Allah bertanya: “Apa yang kamu perbuat terhadap harta bendamu?”

Lelaki itu menjawab: “Saya tak pernah melewatkan kesempatan menafkahkan harta benda di jalan-Mu dan itu saya perbuat demi Engkau, wahai Tuhanku”.

Allah berfirman: “Kamu berdusta! Kamu tidak melakukan itu semua kecuali dengan pamrih agar kamu dibilang sebagai dermawan. Dan kamu telah mendapatkan semua yang kamu inginkan."

Selanjutnya Allah memerintahkan agar orang tersebut diseret dan dilemparkan ke neraka.

Niat yang Menentukan

Amal baik belum tentu bernilai baik sebelum diketahui niatnya. Bisa saja manusia memberi gelar pahlawan kepada seseorang yang memiliki keberanian dan tanggung jawab yang besar dalam membela agama dan negaranya, akan tetapi Allah yang Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi. Maka Allah jualah yang akan memberikan penilain-Nya tersendiri. Allah tidak menilai seseorang dari yang zhahirnya saja, tapi juga dari yang tersembunyi yaitu niat atau motivasinya.

Bisa jadi seseorang dihormati karena kedalaman ilmu dan keluasan wawasannya. Tapi di sisi Allah, seorang ulama baru dianggap bernilai bila ia ikhlas dalam mencari ilmu dan tulus ketika mengajarkan dan menyebarluaskannya. Ketika ada motivasi lain, sekecil apapun, pasti terdeteksi oleh ke-Mahatahuan-Nya. Allah berfirman:

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dan jika kamu menampakkan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatan itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah: 284)

Demikian pula halnya dengan orang kaya yang dermawan, belum tentu kedermawanannya berkenan di hadapan Allah. Boleh jadi kemurahannya dalam memberi digerakkan oleh niat-niat tertentu yang dapat merusak pahala sadaqahnya. Orang-orang yang menerima sumbangannya tidak mengetahui niat orang tersebut, tapi Allah saw selalui memonitor gerak hati seseorang. Dia menilai tidak sekadar dari lahirnya, tapi lebih penting lagi adalah niatnya. Itulah sebabnya, niat dalam ajaran Islam menempati posisi sentral dan sangat menentukan. Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung kepada niat, dan sesungguhnya tiap tiap orang memperoleh sesuatu sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah di jalan Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu ialah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrah karena ingin memperoleh keduniaan atau untuk mengawini seorang wanita, maka hijrahnya adalah ke arah yang ditujunya tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sabda Rasulullah di atas dilatarbelakangi oleh pengaduan seseorang yang menyampaikan bahwa di antara orang-orang yang hijrah ke Madinah menyusul hijrahnya Rasulullah saw ada seseorang yang berhijrah karena ingin mengawini seorang wanita yang bernama Ummu Qais. Pada mulanya lelaki itu ingin tetap tinggal di Makkah, akan tetapi karena Ummu Qais yang hendak dinikahinya mengajukan syarat bahwa ia mau dinikahi jika lelaki itu hijrah ke Madinah, maka akhirnya sang lelaki itu terpaksa turut hijrah demi kekasihnya.

Dalam kehidupan sehari-hari ada contoh yang sederhana. Di siang hari yang panas, seorang lelaki masuk ke mesjid. Secara lahiriyah perbuatan itu sangat terpuji. Akan tetapi siapa tahu niat yang tersembunyi dalam hatinya. Bisa jadi ia masuk ke mesjid dengan niat untuk istirahat. Jika niatnya seperti itu, maka ia akan memperoleh yang diniatkannya. Ia terhindar dari sengatan matahari dan terlepas dari rasa penat. Lain halnya jika ia meniatkan untuk i’tikaf. Boleh jadi ia mendapatkan kedua-duanya, yaitu pahala sekaligus istirahat yang cukup.

Dalam kenyataannya, banyak sekali perbuatan manusia yang motivasinya campur aduk antara ikhlas dan riya’. Misalnya, orang yang menunaikan ibadah haji seringkali niatnya tidak semata-mata untuk ibadah, tapi jauh sebelum keberangkatannya mereka sudah membuat rencana untuk membeli perhiasan, makanan, pakaian dan oleh-oleh lainnya untuk disebarkan kepada kerabatnya di tanah air.

Demikian pula halnya dengan orang yang menuntut ilmu, banyak yang niatnya tidak untuk memperoleh ridha Allah, tapi agar kelak dihormati dan disanjung masyarakat sebagai orang yang berilmu. Atau agar kelak mendapat pekerjaan yang baik, pangkat dan jabatan mentereng serta berkuasa di tengah masyarakatnya.

Seseorang yang shalat malam (tahajjud) mungkin saja niatnya murni, semata-mata ingin bertaqarrub dengan Allah swt. Akan tetapi ada pula seseorang yang menjalankan shalat malam karena niat 'daripada tidak bisa tidur' atau karena dia sedang berjaga, daripada bengong.

Secara syar’i, ibadahnya orang yang disebutkan di atas tetap sah dan tidak batal, akan tetapi kurang afdol. Ibadahnya sah, tapi kurang sempurna karena beribadah kepada Allah menuntut adanya kemurnian niat (ikhlas) semata-mata karena Allah. Al-Qur’an menandaskan:

“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al-Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): ‘Kami tidak menyembah mereka kecuali supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah sedekat-dekatnya.’ Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” (QS. Az-Zumar: 2-3)

Riya’ merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya, bahkan lebih berbahaya dari demam berdarah atau aids sekalipun. Itulah sebabnya Rasulullah saw sangat khawatir dengan penyakit ini. Beliau takut ummatnya terjerumus pada penyakit yang beliau sebut sebagai syirik yang tersamar itu. Beliau bersabda:

"Sesungguhnya yang saya takuti menimpa atas kamu ialah syirik kecil (syirkul ashghar). Para sahabat bertanya, 'apakah yang dimaksud dengan syirik kecil itu, ya Rasulallah?' Nabi menjawab: 'Riya’, (yakni) ketika manusia datang untuk meminta balasan atas amal perbuatan yang mereka lakukan. Maka Tuhan berkata kepada mereka : 'Pergilah kamu menemui orang-orang yang karena mereka kamu beramal (riya') di dunia niscaya kamu akan sadar apakah kamu memperoleh balasan kebaikan dari mereka?”.

Hamim Thohari
(diambil dari rubrik “Hikmah” Majalah Hidayatullah)