15 Des 2009

Gerakan Islam Kecam Serangan ke Tempat Suci Baru-baru Ini

Alquds : Gerakan Islam di Palestina yang diduduki Israel sejak tahun 1948 menegaskan, Israel bertanggung jawab atas semua serangan yang terjadi baru-baru ini terhadap kaum muslim dan tempat suci mereka; karena Israel lah yang mengukuhkan semacam pendekatan anti-Islam, kaum muslimin dan Arab selama puluhan tahun.

Gerakan Islam menyebutkan sejumlah aksi serangan ini, di antaranya: pembakaran masjid Yasouf oleh ekstremis Zionis pada Jumat 11/12/2009, aksi yang dilakukan kelompok ekstrim Zionis yang menyebut dirinya "Ovadia Yosef" pada Sabtu 12/12/2009, yang menghina Islam dan umat Islam. Belum lagi serangan yang dilakukan polisi Israel pada hari Ahad 13/12/2009 di masjid al Aqsha terhadap salah seorang penjaganya, dan penyerbuan yang dilakukan para pemukim pendatang Zionis pada Senin 14/12/2009 terhadap masjid al Ajami di Jaffa.

Gerakan Islam menegaskan bahwa entitas Zionis telah berusaha selama bertahun-tahun, memadamkan perjuangan politik atas konfliknya dengan orang-orang Arab dan kaum Muslimin. Gerakan Islam menyatakan bahwa penergetan terhadap masjid al Aqsha dan penjaganya, pembakaran masjid oleh para pemukim pendatang Zionis Israel, menghina Islam dan umat Islam oleh mereka yang menganggap dirinya "tokoh agama" dan penyerbuan terhadap kesucian masjid Ajami di Jaffa; adalah bukti jelas bahwa konflik religius sedang terjadi dan dengan kekuatan.

Gerakan Islam menyatakan bahwa mereka para "agresor pendosa tersebut tidak mungkin berani melakukan serangan seperti itu jika mereka tidak tahu pasti bahwa rezim resmi rela dengan perilaku seperti ini dan bahkan mendukungnya.” Gerakan Islam mengatakan, “Al Aqsha adalah al Aqsha, kami tidak mengenal nama lainnya. Masjid-masjid adalah rumah Allah yang suci, Islam semuanya adalah keindahan dalam keindahan, wahai orang-orang yang bersarang di akal dan pemikurannya keburukan."

Di akhir pernyataannya Gerakan Islam menyatakan, “Namun semua pihak agar tahu, bahwa ketidakadilan tidak dapat berlangsung dan tidak akan bertahan. Inilah yang ditegaskan dalam firman Allah swt: dan hari-hari (kemenangan dan kekalahan) itu kami pergilirkan di antara manusia (Ali Imran: 140)." (seto)

Infopalestina