11 Des 2009

Jumlah Muslim Dunia 1.57 Miliar Jiwa


Berdasarkan studi baru dari 200 negara terdapat sekitar 1,57 miliar Muslim yang hidup di dunia saat ini yang merupakan 23 persen dari populasi manusia keseluruhan dengan jumlah total 6,8 miliar manusia.

Indonesia memiliki lebih dari 200 juta warga muslim yang merupakan populasi muslim terbesar di dunia kemudian disusul Pakistan hampir 175 juta dan India diperkirakan memiliki populasi Muslim terbesar ketiga dengan jumlah lebih dari 160 juta jiwa.

Studi baru ini berdasarkan laporan berjudul "Mapping the Global Muslim Population", yang dilakukan Pew Forum on Religion & Public Life, saat ini ada sekitar 1,57 miliar orang Muslim di dunia. Jumlah itu merupakan 23 persen dari total penduduk dunia yang mencapai 6,8 miliar. Berdasarkan proyeksi Database Agama-Agama Dunia 2005, jumlah orang Kristen di dunia sekitar 2,25 miliar.

Sebelumnya diperkiraan populasi Muslim global berkisar 1 milliar sampai 1.8 miliar," menurut pusat riset yang dianalisis lebih dari 1.500 sumber, termasuk laporan sensus, penelitian demografis dan survei populasi umum.

China memiliki lebih banyak penduduk Muslim dibanding Suriah.

Di Rusia orang Muslim lebih besar dari gabungan penduduk Muslim Yordania dan Libya.

Jerman bahkan penduduk Muslimnya lebih banyak dari Lebanon.

Brian Grim, peneliti senior proyek Pew Forum, itu agak terkejut dengan jumlah orang Muslim itu. "Secara keseluruhan, angka itu lebih tinggi dari yang saya perkirakan," katanya seperti dikutip CNN, Kamis. Ia menambahkan, perkiraan awal jumlah populasi orang Muslim di dunia berkisar dari satu miliar hingga 1,8 miliar.

"Laporan itu dapat—dan harus—memiliki implikasi bagi kebijakan AS," kata Reza Aslan, orang Iran-Amerika yang juga penulis buku laris No God but God. "Secara perlahan, persentase pertumbuhan orang-orang Timur Tengah bagi populasi Muslim dunia memang terus bertambah," katanya.

"Ketika isunya menyangkut target yang lebih besar di dunia Muslim, angka ini menunjukkan bahwa target yang lebih besar tidak dapat hanya berfokus secara sempit pada Timur Tengah. Jika maksudnya untuk menciptakan pemahaman yang lebih baik antara AS dan dunia Muslim, fokus kita harus tertuju ke Asia Selatan atau Tenggara, bukan kepada Timur Tengah," kata Aslan.

Dia mengemukakan hal itu sebelum laporan tersebut dipublikasikan dan tidak melihat isinya. Namun, dia familiar dengan kecenderungan umum yang didentifikasi laporan tersebut.

Tim Pew Forum menghabiskan waktu hampir tiga tahun untuk menganalisis data terbaik yang tersedia dari 232 negara dan wilayah. Penelitian itu bermaksud untuk mendapat gambaran komprehensif terbaik tentang populasi Muslim dunia pada waktu tertentu. Mereka mengambil data yang mereka gabungkan dari sensus dan survei nasional dan memproyeksikannya berdasarkan pada apa yang mereka tahu tentang pertambahan penduduk di setiap negara.

Mereka melukiskan hasil laporan itu sebagai 'proyek terbesar di kelasnya saat ini'. Laporan itu penuh dengan rincian yang bahkan mengejutkan para penelitinya sendiri. "Ada sejumlah negara yang kami kira tidak ada orang Muslimnya, dan ternyata negara-negara justru punya penduduk Muslim yang cukup besar," kata Alan Cooperman, direktur rekanan penelitian bagi Pew Forum. Ia menyebut India, Rusia, dan China.

Satu dari lima orang Muslim tinggal di negara di mana orang Muslim adalah minoritas. "Kalau banyak orang berpikir bahwa orang Muslim di Eropa terdiri dari imigran, hal itu hanya benar di Eropa barat. Di bagian lain Eropa, seperti Rusia, Albania, Kosovo, orang Muslim merupakan penduduk asli," kata Cooperman. Ia menambahkan, lebih dari separuh orang Muslim di Eropa adalah penduduk asli.

Para peneliti juga terkejut saat menemukan bahwa populasi Muslim di sub-Sahara Afrika lebih rendah dari yang mereka kira. Hanya ada sekitar 240 juta orang Muslim, atau hanya 15 persen dari total jumlah orang Muslim dunia, di kawasan itu.

Islam sebelumnya diduga bertumbuh cepat di kawasan itu, dengan negara-negara seperti Nigeria, sebagai penyumbang terbesar. Penelitian Pew menyimpulkan, Nigeria hanya punya separuh penduduk Muslim, yang menjadikannya sebagai negara Muslim keenam terbesar di dunia.

Riset itu juga memperkirakan, secara kasar sembilan dari 10 orang Muslim adalah Suni dan satu dari 10 adalah Sy'iah. Mereka mengingatkan, mereka kurang yakin dengan angka-angka itu karena data yang berkaitan dengan soal-soal sektarian sulit didapat. "Hanya ada satu atau dua sensus di dunia yang pernah menanyakan pertanyaan sektarian," kata Grim.

Banyak orang Muslim, soal Ediologi semacam itu merupakan pertanyaan yang sensitif. "Jika ditanya, yang terbanyak akan mengatakan saya hanya seorang Muslim, bukan karena mereka tidak tahu, tetapi itu merupakan pertanyaan yang sensitif di banyak tempat," katanya. Satu dari tiga orang Muslim syi'ah tinggal di Iran, yang merupakan satu dari empat negera dengan penduduk mayoritas syi'ah di dunia. Tiga yang lain adalah Irak, Azerbaijan, dan Bahrain.

Pemetaan penduduk Muslim dunia itu merupakan langkah pertama yang dilakukan Pew Forum. Tahun depan, lembaga itu bermaksud untuk mengeluarkan laporan yang memproyeksikan pertumbuhan penduduk Muslim dunia ke depan. Setelah itu para peneliti akan melakukan hal yang sama terhadap orang Kristen dan kelompok keyakinan yang lainnya. "Kami tidak hanya peduli dengan umat Muslim," kata Grim.

Mereka juga sedang menggali apa yang orang yakini dan lakukan karena penelitian mereka itu tidak menganalisis soal itu. "Penelitian ini tidak mencerminkan religiositas orang, hanya identifikasi diri mereka," kata Grim. "Kami tengah mencoba mendapat gambaran menyeluruh agama di dunia."
www.sabili.co.id