18 Des 2009

TUJUAN KITA BUKAN ITU! (mengenang duka palestina)


Muqaddimah

Penghujung tahun 2008 menjadi duka mendalam para jundi palestina. Hari yang sekiranya menjadi momen bermuhasabah menyambut tahun baru hijriyah, menjadi berdarah, ternodai kebengisan bangsa israil membumihanguskan tanah palestina. Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun, tlah gugur ribuan syuhada sejak intifadhah palestina (pemberontakan) memasuki panggung politik tahun 1987. Yang terjadi di palestina bukan lagi masalah penjajahan. Yang terjadi di palestina lebih dari sekedar pembunuhan massal tak berperikemanusiaan, homo homini lupus, manusia memakan manusia adalah tema besarnya.

Tak terhitung lagi korban kritis yang hanya tinggal menunggu ajal berjatuhan, mayat-mayat bergeletakan tiada yang mengurus dan lebih dari 10.000 anak-anak palestina dipenjarakan, hingga kini tiada kabar. Riwayat pendudukan palestina sendiri memiliki banyak versi, tapi perlawanan balik pemuda palestina menghadapi tentara israil sudah dimulai sejak tahun 1948. Sejak dibantai dengan kejinya 6 pemuda palestina tanpa alasan yang jelas oleh tentara zionis itu. Ibarat kacang lupa kulitnya, bangsa pendatang itu (israil.red) menindas palestina yang jelas-jelas penduduk pribumi.

Rakyat palestina

Seakan makin memperjelas kebrutalannya. 28 desember 2008 adalah 1 dari 1001 cara israil 'menetralkan' tanah yang diklaim sebagai tanah sucinya. Dinetralkan dari noda yang mereka sebut sebagai penduduk palestina. Meski media selama ini terkesan bungkam. 28 desember seakan menjadi klimaks berkepanjangan rentetan penindasan yang terjadi di palestina. Kekejaman yang tiada pernah terbayangkan logika kita sebelumnya. Mengingat bahwa palestina adalah tanah tempat berdirinya masjidil aqsha (tepatnya di kota yerussalem), kiblat pertama umat muslim dunia dan tanah suci bagi bangsa nasrani yang penjagaannya menjadi tanggung jawab umat muslim dunia, lain hal masjidil haram yang penjagaanya dijamin Allah SWT. Kini dengan entengnya diinjak-injak bak semak belukar oleh ambisi haus kekuasaan zionis la'natullah.

"Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsu, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya" (An Nazi'at: 37-41)

Sudah sepantasnya kita basah oleh air mata melihat realita ini. Basah karena belum ada yang dapat kita perbuat untuk meringankan beban saudara kita. Sementara kita masih diberikan waktu luang untuk bersantai menikmati pemandangan laut, saudara kita harus kenyang dengan pemandangan lautan darah saban harinya. Sementara kita sempat menikmati rinai hujan yang turun. Ribuan penduduk sipil palestina dibantai dengn keji, terbakar serangan fosfor tentara zionis. Astaghfirullah.

Masalah bersama

Duka palestina adalah duka dunia, duka palestina adalah duka mendalam umat muslim dunia. Rakyat Indonesia harusnya merah padam menanggapi masalah ini. Masalah palestina bukan lagi dinomorduakan, tapi menjadi prioritas! Bayangkan siswa-siswi palestina yang meringkuk bersimbah darah disana adalah kerabat kita! Rasakan lengan tergores begitu sakitnya, lalu bagaimana rasanya diberangus mortir? Sekali lagi bukan mengesampingkan masalah dalam negeri, tapi krisis yang kita hadapi sekarang semata-mata imbas dari masalah global yang tak kunjung selesai. Buat apa jauh-jauh mempedulikan palestina? Saudara-saudara kita di papua saja masih terlantar dan bayi-bayi diperkirakan meninggal tiap minggunya karena diare, tapi sekali lagi ingatlah bahwa tujuan kita peduli bukan berbatas wilayah! Di ujung dunia manapun, sekali bersyahadat "asyhadu allaa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadur rasulullah" telah mengikrarkan ukhuwah kita. Saudara yang terdholimi menjadi tanggung jawab bersama. Tiada alasan untuk acuh disaat kedholiman meraja.

Go Palestine

Kini telah banyak bermunculan aksi-aksi kepedulian terhadap rakyat palestina. Gerakan menyemangati tentara al musawwamatul islamiyah (HAMAS.red) yang menjadi garis depan perjuangan rakyat palestina dan gerakan lainnya lewat meja perundingan gencar dilakukan. Kepedulian ini bukan semata-mata bersifat insidental, lebih merujuk kepada dukungan jangka panjang mengingat bahwa korban kini melebar ke rakyat sipil, termasuk anak-anak, orang tua bahkan pers yang haknya dilindungi oleh dunia internasional diacuhkan begitu saja oleh tentara zionis israil.

Meski israil selalu mengingkari kesepakatan perdamaian, harapan untuk masa depan yang lebih baik selalu ada. Semoga Allah selalu melimpahkan kemudahan di setiap perjuangan yang ditempuh. Kini harapan kita tinggal jalan kedamaian agar: (1) israil segera dan serentak menarik mundur pasukannya dari bumi palestina, (2) yerussalem timur dijadikan tanah bebas dengan kekuasaan dikembalikan kepada palestina, (3) palestina diberikan hak untuk menjadi negara bebas dan merdeka, dan (4) rakyat palestina yang terusir dikembalikan lagi ke tanahnya. Resolusi PBB 242 dan 316 menghimbau agar tuntutan ini dipenuhi.

Asa dalam doa

Semoga kita diberikan waktu untuk nantinya dapat melihat kekuasaan Allah kelak. Kekuasaan saat melindungi rakyat palestina, seperti lindungannya saat menjadikan tentara gajah abrahah kocar-kacir laksana daun-daun yang dimakan ulat. Biarkan waktu menjawab doa kita, dan atas izin Allah diteguhkan perjuangan rakyat palestina hingga akhir. Biarkan perjuangan tiada merugi para jundullah palestina terus membahana, karena tetes darah para syuhada diharamkan Allah mencium bau neraka dan perjuangan para jundullah-jundullah palestina takkan habis hingga ujung jari mereka menggapai surga. Biarkan masa kan menjawabnya.

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka" (Ath Thalaq: 2-3)
Written by ikhwanJAYUS
(http://www.medicalzone.org/2009/index.php?option=com_content&view=article&id=99:tujuan-kita-bukan-itu-mengenang-duka-palestina&catid=14:berita-islam#josc506)
Amiin.
Wallahu a'lam bisshawwab