31 Jan 2010

Keajaiban Sidik Jari


Tahukah sahabat, garis utama kedua telapak tangan kita, (lihat gambar), bertuliskan dalam angka Arab yaitu : |/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18 dan /\| pada telapak tangan kiri, artinya : 81

Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99.
99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam Al-Quran !

Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, maka terbentuk angka 1881.Angka ini adalah angka kelipatan 19 yang ke-99 ! ( 19 x 99 = 1881 )

Seperti diketahui angka 19 adalah fenomena tersendiri dalam Al-Quran, yang merupakan bukti kemukjizatan al-Quran.

Tahukah anda, bahwa ruas-ruas tulang jari (tapak tangan maupun telapak kaki) anda, terkandung jejak-jejak nama Allah, tuhan yang sebenar pencipta alam semesta ini. Kalau nggak percaya bisa didemonstrasikan. Silakan perhatikan salah satu tapak tangan anda (bisa kanan bisa kiri). Perhatikan lagi dengan seksama:

jari kelingking ==> membentuk huruf alif
jari manis, jari tengah, & jari telunjuk ==> membentuk huruf lam(double)
jari jempol (ibu jari) ==> membentuk huruf ha'

Jadi jika digabung, maka bagi anda yang mengerti huruf Arab akan mendapati bentuk tapak tangan itu bisa dibaca sebagai Allah (dalam bahasa Arab).

Maka benarlah firman Allah SWT :
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" (QS. Fushshilat 41:53)

Ilmu pengetahuan modern menyingkap banyak hal yang membuat keimanan seorang mukmin terhadap keterangan Al Quran semakin mantap. Ayat-ayat Allah di dalam Al Qur-an menjadi benar-benar jelas tergambar dan terbukti kebenarannya manakala kita melihat bukti-bukti nyata dalam alam semesta dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Dalam kasus pembunuhan misalnya, Polisi dapat mengidentifikasi kejahatan berdasarkan sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku di tubuh korban. Hal ini disebabkan struktur sidik jari setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Bila kelak penjahat itu telah ditemukan maka untuk membuktikan kejahatannya sidik jarinya akan dicocokkan dengan sidik jari yang ada dalam tubuh korban. Maka si penjahat tidak dapat memungkiri perbuatannya di hadapan polisi.

Karena itu pula seorang yang mau menggunakan ATM (Anjungan tunai Mandiri) di masa depan mungkin tidak perlu lagi menggunakan kode-kode PIN yang perlu dia ingat. Cukup dengan menaruh telapak tangan di atas mesin yang dapat mengidentifikasi dirinya. Jumlah uang yang diinginkan pun tidak perlu ditekan-tekan lagi tetapi cukup dengan diucapkan dan komputer akan menerjemahkannya dalam bahasa angka. Berapa jumlah uang yang Anda minta akan diberikan dan uang di rekening Anda akan dipotong dengan sendirinya.

Pintu rumah di zaman yang akan datang tidak perlu lagi dikunci dengan alat kunci tradisional tetapi bisa dibuka oleh alat sensor yang hanya mengenal jari-jari orang tertentu saja... Demikian juga stir mobil akan mengenal hanya pengemudi tertentu saja karena ada sensor yang mengenal jari pemiliknya.

Keistimewaan pada jari jemari manusia menunjukkan kebenaran firman Allah yang menyatakan bahwa segala sesuatu ada bekasnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan bekas-bekas ini untuk dituntut di yaumil akhir nanti.

"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. 36. Yaasin:12)


pesantrenonline.com

Nasihat untuk Sahabat


Sahabat,
Bersama kita mulai belajar
Untuk tidak memiliki sesuatu

Apa yang pernah Rabb berikan
Apa yang pernah Rabb kasihkan
Apa yang pernah Rabb titipkan
Semuanya milik yang Maha Rahmaan

Jadi adakah bagi kita alasan
Untuk merasa keberatan
Jika sebagian harta kita sisihkan
Jika sebegian kerat roti kita berikan
Jika sebagian waktu kita infakkan
Jika sebagian permata kita dermakan
Pada saudara kita yang lebih membutuhkan


Ataukah
Engkau merasa akan dilanda kemiskinan
Jika berbuat yang demikian



Sahabat
Bersama kita belajar
Untuk tidak dimiliki oleh sesuatu

Apa yang pernah Rabb sediakan
Apa yang pernah Rabb sandingkan
Apa yang pernah Rabb mudahkan
Semuanya dijadikan sebagai ujian
Untuk membuktikan bahwa cinta yang pernah kita ikrarkan
Tidak sebatas dalam ucapan

Haruskah kita lebih mencintai abi
Haruskah kita lebih mencintai umi
Haruskah kita lebih mencintai istri
Haruskah kita lebih mencintai puri
Haruskah kita lebih mencintai merci
Haruskah kita lebih mencintai deadline tak bertepi
Haruskah nyawa kita berakhir di ujung sepi

Mengapa engkau lebih mencintai dirimu sendiri
Ketimbang mencintai Rabb
Yang telah mengadakanmu di muka bumi

Mengapa engkau lebih mencintai semuanya ini
Ketimbang mencintai Rabb
Yang telah menyediakan semua yang kamu cintai di dunia ini

Ataukah
Engkau merasa
Bahwa engkau dipersulitkan
Bahwa engkau direpotkan
Bahwa engkau disiksakan
Karena yang engkau ingin adalah ketenangan
Karena yang engkau inginkan adalah keselamatan
Karena yang engkau inginkan adalah bersenang-senang

Tanpa pedulikan umat yang mulai dihujani tusukan
Tanpa pedulikan saudaramu yang mulai dilanda kelaparan
Tanpa pedulikan saudaramu yang kini mulai ditimpa kemusyrikan
Tanpa pedulikan saudaramu yang dalam setiap sujud ditemani mortir dan dentuman
Tanpa pedulikan risalahmu yang kini mulai dicincang
Sementara kamu hirup gratis hawa ini setiap pekan



Sahabat
Bersama kita belajar
Untuk berbuat sesuatu bukan karena sesuatu
Tetapi karena Rabbmu

Apa yang pernah Rabb perintahkan
Apa yang pernah Rabb larangkan
Apa yang pernah Rabb tunjukkan
Semuanya adalah hidayah yang harus kita jadikan tuntunan

Berbuat baiklah
Karena kita memang harus berbuat baik

Beramallah
Karena memang kita harus beramal

Berjuanglah
Karena memang kita diperintahkan

Bersujudlah
Karena memang kita harus bersujud di hadapan

Dan berbuatlah
Bukan karena engkau ingin dipuji
Bukan karena engkau ingin dicintai
Bukan karena engkau ingin dikenali

Dan berbuatlah
Lebih dari sekadar takut akan azab-Nya
Lebih dari sekadar harap akan jannah-Nya
Lebih dari sekadar rindu akan cinta-Nya

Tapi berbuat baiklah
Karena kita memang begitu tulus mencintai-Nya

Sahabat,
Di manakah ujung keihklasan
Ia ada dalam setiap nikmat
Yang benar-benar membekas dan dapat kamu rasakan

Maka, adalah sebuah keniscayaan
Jika kelak kamu dapat masuk dalam jannah-Nya
Melalui sekerat roti yang pernah kau sisihkan
Melalui setitik kebaikan yang pernah kamu berikan

Bukan karena sekerat roti yang kau dermakan
Tapi karena engkau kini mulai pahamkan
Akan arti satu dari sejuta nikmat yang kamu rasakan

Penulis: Agus Sujarwo

26 Jan 2010

Pada Kemana Mereka?


assalamualaikum......sebentar lgi bulan januari akan meningglkn kita... bulan pertama di tahun 2010 ini,, semoga langkah awal yang baik di awal tahun ini
tlah kita lakukan,,,amien...dan smg bs diperbaiki di bulan selanjutnya...
FEBRUARI...ana yakin..akan bnyak bhasan tentang Valentine's Day,,is it?? yes.. lihat aja nnti..
tpi skrg,,gak ah,, belum mau bhas itu... heem.. nih ada artikel bgus,,smg ad hikmah yg bisa ambil,,(setelah beberapa hari gk posting)khususnya untk perbaikan diri ana sendiri..

Malam itu di sebuah masjid ada pengajian dalam rangka memperingati Isra Mi'raj nabi Muhammad SAW.Cukup ramai jamaah yang datang pada pengajian itu, seratusan orang lebih. Salah satu sebabnya adalah penceramahnya seorang ulama kondang yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat sekitar. Disamping cara penyampaiannya bagus, masuk akal, juga kadang diselingi 'guyonan' ringan yang membuat mata jadi tidak cepat mengantuk. teri ceramah Isra Mi'raj yang intinya adalah diterimanya perintah sholat dari Allah SWT kepada Muhammad SAW diangkat amat menarik oleh sang ulama. Begitu pula ketika membahas masalah sholat wajib, sholat sunnah, khususnya tahajjud, apalagi ketika membahas tentang keutamaan sholat bila dilakukan secara berjamaah di masjid.

Begitu piawai sang ulama, sangat simpatik dalam berdakwah, sehingga jamaah banyak yang terpukau dan menyimak (mendengar secara serius) tentang kehebatan peristiwa Isra Mi'raj tersebut, banyak jamaah yang manggut-manggut karena banyak yang menjadi sadar akan kealpaan atau kelalaiannya selama ini, dan terkadang jamaah bisa dibuat 'geeerrrrr' pada ketawa ngakak karena 'guyonan' sang ulama.

Jamaah seperti tersihir oleh daya tarik sang ulama, tak ingin meninggalkan masjid meski hari sudah cukup larut. Hampir semua jamaah ingin menuntaskan dalam mengikuti ceramah tersebut sampai selesai. 'Sayang rasanya kalau ditinggalkan, ceramahnya bagus, banyak ilmu kita peroleh, ceramahnya tidak membuat ngantuk. Apalagi suasana ukhuwah seperti ini....wah, sulit bisa kita dapatkan dihari-hari yang lain', begitu komentar salah seorang jamaah.

Tak terasa telah lewat jam 24.00......

Namun sang ulama masih cukup fit dan bersemangat, jamaah pun masih tetap terpukau. Beberapa orang tua terpaksa tetap mendengar ceramah sembari menggendong anaknya yang tertidur, daripada harus pulang untuk menidurkan anak terlebih dulu.'Tangguh ah, toh besok kan hari libur, sekali-sekali pulang malam tak apa kan?', kata seorang ibu. Rata-rata seperti itulah pendapat yang ada dalam benak para jamaah. Baik para bapak, para ibu maupun para remaja juga anak-anak.

Mendekati pukul 01.00 .......

Akhirnya tuntaslah materi Isra' Mi'raj yang disampaikan oleh ulama yang amat mempesona tersebut. Setelah ditutup dengan kalimat permohonan maaf bila dalam ceramah ada terselip kalimat atau kata yang salah, kemudian pembacaan sholawat dan do'a, maka sang ulama pun mohon pamit. Para jamaah pun satu per satu mulai meninggalkan tempat untuk pulang ke rumah masing-masing. Umumnya para jamaah pulang sambil berbincang-bincang tentang keterkaguman pada sang ulama, juga materi yang disampaikan benar-benar telah membuka wawasan mereka.

Pukul 02.00 lewat....

Para panitia masih sibuk membereskan kursi-kursi, meja, tenda, sampah-sampah, lampu penerangan, sound system, dan lain sebagainya.

Pukul 03.00 .....

Selesailah pekerjaan beres-beres yang dilakukan oleh panitia. Sebagian besar panitia terus pulang untuk istirahat, hanya satu-dua yang memilih istirahat di masjid sembari menjaga sound system dan peralatan lain yang memerlukan penjagaan.

Ini adalah waktu yang terbaik untuk melakukan doa . Abu Hurairah mengatakan, bahwa Nabi Muhammad bersabda," pada sepertiga malam, Tuhan turunke langit dunia dan mengumumkan, bahwa barang siapa yang berdoa mendekatkan diri kepadaKu, maka Aku akan penuhi keinginannya, barang siapa yang memohon akan Aku kabulkan permohonannya, barang siapa yang mencari pengampunan, akan Aku ampuni dosanya.(Bukhari, Muslim).

Para jamaah yang tadi begitu terpukau, manggut-manggut, merasa mendapat ilmu, merasa ingat dari kelalaian selama ini, ternyata sudah pada tertidur lelap. Tak mampu membuka mata yang tadi malam telah digunakan untuk 'begadang'. Berat nian rasanya membuka mata, menarik selimut, apalagi untuk turun dan mengambil air wudlu untuk bertahajjud.

Pukul 04.00 lebih.........

Terdengarlah kumandang adzan dari masjid tersebut untuk memangggil para jamaah nya agar melaksanakan sholat shubuh. "Asholatu Khoirum Minan Nauum........... Asholatu Khoirum Minan Nauum". Namun ditunggu sampai selesai sholat sunnat fajar, selesai iqomah, ternyata jamaah yang terkumpul, yang merasa terpanggil untuk datang ke masjid tidak lebih dari 5 ( lima ) orang.

Kemana jamaah yang tadi malam jumlahnya ratusan ?
Kemana jamaah yang tadi malam bilang betapa pentingnya ukhuwah ?
Kemana jamaah yang tadi malam telah sadar akan pentingnya sholat wajib ?
Kemana jamaah yang tadi malam terbuka hatinya untuk mulai melaksanakan sholat berjamaah di masjid ?
Kemana yang tadi malam tertawa ngakak ?

Sudah lupakah pada ayat yang semalam juga disitir oleh sang ulama ini ? Dirikanlah shalat mulai dari matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula) shalat fajar. Sesungguhnya shalat fajar itu disaksikan (oleh malaikat). (QS. 17:78)

Pada kemana mereka ?

Astaghfirullah al adziiim...........
penulis:Fuad A.(ana ijin share ya)

Riya Lebih Tersembunyi Daripada Rambatan Semut


Al-Imam Asy-syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy (Ibnu Qudamah)

Pengantar:
Duhai betapa beruntung pembaca e-mail ini dan betapa rugi penulisnya. Antum mendapatkan air jernih darinya sementara penulisnya mendapat air keruh. Tapi inilah perdagangan yang saya tawarkan. Bila hati pembaca lebih bersih maka itulah yang diharapkan, dengan tanpa terkotorinya hati penulis tentunya. Bila yang terjadi adalah sebaliknya maka Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah tempat meminta pertolongan, dan segala kebaikan yang ada berasal dari Allah Yang Maha Tunggal semata.

Al-'alamah Ibnu Qudamah memberikan uraian tentang Riya', Hakekat, Pembagian dan Celaannya, termasuk keterangan riya' yang menggugurkan amal dan yang tidak, obat dan cara mengobati riya' dan sebagainya. Uraiannya yang berdasar keterangan dari qur'an dan sunnah cukup jelas, dapat membuat takut orang yang terlalu beharap hingga meremehkan dan memberikan harapan kepada orang yang terlalu takut. Berikut ini saya kutipkan beberapa paragraf dari nasehat beliau yang bisa di jadikan perhatian agar kita bisa hati-hati, karena ini masalah hati. (ALS)

Ketahuilah bahwa kata riya' itu berasal dari kata ru'yah (melihat), sedangkan sum'ah (reputasi) berasal dari kata sami'a (mendengar). Orang yang riya' menginginkan agar orang-orang bisa melihat apa yang dilakukannya.

Riya' itu ada yang tampak dan ada pula yang tersembunyi. Riya' yang tampak ialah yang dibangkitkan amal dan yang dibawanya. Yang sedikit tersembunyi dari itu adalah riya' yang tidak dibangkitkan amal, tetapi amal yang sebenarnya ditujukan bagi Allah menjadi ringan, seperti orang yang biasa tahajud setiap malam dan merasa berat melakukannya, namun kemudian dia menjadi ringan mengerjakannya tatkala ada tamu di rumahnya. Yang lebih tersembunyi lagi ialah yang tidak berpengaruh terhadap amal dan tidak membuat pelaksanaannya mudah, tetapi sekalipun begitu riya' itu tetap ada di dalam hati. Hal ini tidak bisa diketahui secara pasti kecuali lewat tanda-tanda.

Tanda yang paling jelas adalah, dia merasa senang jika ada orang yang melihat ketaatannya. Berapa banyak orang yang ikhlas mengerjakan amal secara ikhlas dan tidak bermaksud riya' dan bahkan membencinya. Dengan begitu amalnya menjadi sempurna. Tapi jika ada orang-orang yang melihat dia merasa senang dan bahkan mendorong semangatnya, maka kesenangan ini dinamakan riya' yang tersembunyi. Andaikan orang-orang tidak melihatnya, maka dia tidak merasa senang.

Dari sini bisa diketahui bahwa riya' itu tersembunyi di dalam hati, seperti api yang tersembunyi di dalam batu. Jika orang-orang melihatnya, maka bisa menimbulkan kesenangannya. Kesenangan ini tidak membawanya kepada hal-hal yang dimakruhkan, tapi ia bergerak dengan gerakan yang sangat halus, lalu membangkitkannya untuk menampakkan amalnya, secara tidak langsung maupun secara langsung.

Kesenangan atau riya' ini sangat tersembunyi, hampir tidak mendorongnya untuk mengatakannya, tapi cukup dengan sifat-sifat tertentu, seperti muka pucat, badan kurus, suara parau, bibir kuyu, bekas lelehan air mata dan kurang tidur, yang menunjukkan bahwa dia banyak shalat malam.

Yang lebih tersembunyi lagi ialah menyembunyikan sesuatu tanpa menginginkan untuk diketahui orang lain, tetapi jika bertemu dengan orang-orang, maka dia merasa suka merekalah yang lebih dahulu mengucapkan salam, menerima kedatangannya dengan muka berseri dan rasa hormat, langsung memenuhi segala kebutuhannya, menyuruhnya duduk dan memberinya tempat. Jika mereka tidak berbuat seperti itu, maka ada yang terasa mengganjal di dalam hati.

Orang-orang yang ikhlas senantiasa merasa takut terhadap riya' yang tersembunyi, yaitu yang berusaha mengecoh orang-orang dengan amalnya yang shalih, menjaga apa yang disembunyikannya dengan cara yang lebih ketat daripada orang-orang yang menyembunyikan perbuatan kejinya. Semua itu mereka lakukan karena mengharap agar diberi pahala oleh Allah pada Hari Kiamat.

Noda-noda riya' yang tersembunyi banyak sekali ragamnya, hampir tidak terhitung jumlahnya. Selagi seseorang menyadari darinya yang terbagi antara memperlihatkan ibadahnya kepada orang-orang dan antara tidak memperlihatkannya, maka di sini sudah ada benih-benih riya'. Tapi tidak setiap noda itu menggugurkan pahala dan merusak amal. Masalah ini harus dirinci lagi secara detail.

Telah disebutkan dalam riwayat Muslim, dari hadits Abu Dzarr Radliyallahu Anhu, dia berkata, 'Ada orang yang bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat engkau tentang orang yang mengerjakan suatu amal dari kebaikan dan orang-orang memujinya?' Beliau menjawab, 'Itu merupakan kabar gembira bagi orang Mukmin yang diberikan lebih dahulu di dunia. Namun jika dia ta'ajub agar orang-orang tahu kebaikannya dan memuliakannya, berarti ini adalah riya'.

Dipetik dari:
Al-Imam Asy-syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy
Muhtashor Minhajul Qoshidin
Edisi Indonesia: Minhajul Qashidhin Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk
penerjemah: Kathur Suhardi
Pustaka al-Kautsar
Jakarta Timur, 1997, hal. 271-286.
--Assunnah--
Penulis:Suhanda (ana ijin share ya..)

22 Jan 2010

APAKAH KITA SEORANG MUKMIN?


Dahulu ada sahabat Rasulullah SAW, yang kerapa menyadari jikalau dirinya lemah dan banyak kekurangan mengisi hari-harinya untuk beramal. Abu dzar Al-Ghifari ra, namanya. Ia adalah tokoh sahabat yang telah mengukir prestasi mengagumkan dalam fase perjuangan sejarah awal dakwah islam. Tapi ia kerap merasakan kelemahan dan ketidakberdayaan dirinya dalam menunaikan amanah yang Allah berikan kepadanya.

Hingga suatu hari, ia datang kepada kepada Rasulullah SAW dan berkata,"Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku ternyata lemah dalam melakukan amal-amalku?
Begitulah pertanyaannya kepada Rasulullah ditengah prestasi Ubudiyahnya dan perjuangannya yang luar biasa.

Abu Dzar mengakui kekurangan dirinya secara terus terang di hadapan Rasulullah saw. Ia tidak menoleh seberapa bagus ibadah dan nilai perjuangannya yang telah ia tunaikan bersama Rasulullah saw. Ia juga tidak segan untuk mengakui kelemahan itu dihadapan orang lain. Ketika itu Rasulullah saw berpesan padanya " Peliharalah orang lain dari keburukanmu.Itu saja sudah merupakan shadaqoh darimu untuk dirimu sendiri."(HR.Muslim).

Ikhwahfillah,.....
Beramallah dalam hidup ini, tanpa perlu membandingkan kelebihan amal-amal kita dengan orang lain. Membanding-bandingkan dan mengukur-ukur kelebihan amal-amal kita dengan orang lain, bisa menjerumuskan kita menjadi ujub dan sombong.
Menyentuh sekali perkataan Fudhail bin Iyadh rahimahullah saat menyinggung masalah ini. Katanya, iblis akan menang atas bani Adam, hanya dengan menjadikan manusia memiliki satu dari tiga perilaku. "Jika aku sudah dapat satu saja, aku tidak akan meminta yang lainnya" begitu kata iblis seperti diungkapkan oleh Fudhail. TIga perilaku itu adalah Ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri atau mengangap banyak amal yang telah dilakukannya, melupakan dosa-dosanya." itulah pangkal dosa menurut Fudhail.
konon ada perkataan Nabiyullah Isa as yang menyebutkan,"berapa banyak lentera yang cahayanya mati tertiup angin. Berapa banyak ibadah yang rusak pahalanya karena kesombongan. Amal soleh adalah cahaya. Dan cahaya itu bisa padam oleh angin ujub dan kesombongan.

Ikhwahfillah,....
semoga cahaya amal salih kita tidak mati oleh perasaan kita sendiri. semoga keimanan kita tidak redup oleh kebanggan kita sekadar telah mendapatkan penilaian dan pandangan orang yang baik tentang kita.
Dahulu Hasan Al Bashri rahimahullah tidak merasa yakin untuk mengatakan bahwa dirinya adalah pasti beriman, lantaran kekhawatirannya bila Allah memandang amal-amal yang ia lakukan ternyata tidak sesuai dengan tuntutan keimanannya. Ia pernah ditanya,"Ya Hasan, Apakah engkau seorang mukmin?" Hasan Al Bashri hanya menjawab,"InsyaAllah." penanya terkejut dengan jawaban Hasan Al Bashri itu. "Kenapa engkau menjawab seperti itu?" Ulama yang terkenal zuhud i zaman generasi nya itu mangatakan," Aku takut jika aku katakan, Ya aku Mukmin', tapi Allah mengatakan "engkau bohong,'. Karena itulah aku katakan InsyaAllah. aku tidak merasa aman jika suatu ketika Allah mendapatiku melakukan apa yang Ia benci lalu Ia murka padaku dan mengatakan"pergilah aku tidak menerima amalan-amalanmu."

ikhwahfillah,....
Apakah kita seorang muslim?

19 Jan 2010

Manfaat Senyum


Assalamualaikum,,,sdh bberpa hari gk posting,, rindu ingin berbagi kebaikan.. ^_^
Sahabat.. ini ad tulisan yg bagus yg ana dapat dri blog sahabat,, smg beliau ikhlas,, ana dah minta izin..lewat comment..
jangan jadikan senyum sebagai beban.. tpi sebagai kebiasaan..
ingat.. senyum adalah sedekah.. (subhanallah,, tnpa mngeluarkn modal ap2, tk merasa capek sedikitpun, tpi bisa bernilai sedekah dan ibadah.. subhanallah..
berikut.. beberapa MANFAAT SENYUM..

1. Senyum membuat Anda lebih menarik
Orang yg byk tersenyum memiliki daya tarik.
Orang yg suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang.
Orang yg selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman.
Dipastikan orang yg byk tersenyum memiliki byk teman.

2. Senyum mengubah perasaan
Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum.
Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik.
Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.

3. Senyum menular
Ketikan seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang.
Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia

4. Senyum menghilangkan stres
Stres bisa terlihat di wajah.
Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih.
Ketika anda stres,ambil waktu untuk tersenyum.
Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

5. Senyum meningkatkan imunitas
Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik.
Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks.
Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.

6. Senyum menurunkan tekanan darah
Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat anda tersenyum saat diperiksa.
Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah.

7. Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin
Senyum ibarat obat alami.
Senyum bisa menghasilkan endorphin,pemati rasa alamiah, dan serotonin.
Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit.

8. Senyum membuat awet muda
Senyuman menggerakkan byk otot .
Akibatny otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift.
Dijamin dengan byk tersenyum Anda akan terlihat lebih awet muda.

9. Senyum membuat Anda kelihatan sukses.
Orang yg tersenyum terlihat lebih percaya diri,terkenal, dan bisa diandalkan.
Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien.
Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.

10. Senyum membuat orang berpikir positif
Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah.
Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal “hidup adalah baik”.
Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah.


Sumber : Anonnym

15 Jan 2010

Sahabat (Lirik Nasyid)


Makna yg bgtu mndalam.. jdi pingin berbagi..smga manfaat

Album : Kiasan Naluri
Munsyid : Amar
http://liriknasyid.com
download: http://www.4shared.com/file/91744402/66225a35/07_Amar_-_Sahabat.html?err=no-sess

Ingin aku singkap kembali
Kenangan lama agar bersemi
Inginku ulangi kisah manis
Agar terus bersemadi

Ingatlah aku sebagai rakanmu
Kenaglah daku dalam doamu
Begitulah indahnya kisah dahulu
Engkau sebagai temanku

Apabila engkau terjaga
Satukanlah harapanku denganmu
Kerana ianya bakal berpadu
Mimpi si penunggu yang setia
Layarkanlah impian doamu
Sesungguhnya aku masih mengingatimu
Sebagai kawan rakan dan teman
Semoga kita diberkati Allah

Kudoakan kepadamu agar bahagia
Di dunia dan akhirat

Album : Kiasan Naluri


8 Jan 2010

Ucapan yang Baik


Islam memerintahkan kita untuk selalu mengucapkan perkataan yang baik dan benar. Ucapan yang baik lahir dari iman, takwa, dan pengetahuan tentang etika berbicara dalam Islam. Ucapan yang baik didorong pula oleh keyakinan bahwa semua ucapan akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

Allah berfirman, ''Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buah pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.'' (QS 14: 24-25).

Ada beberapa bimbingan Islam untuk selalu mengucapkan yang baik. Pertama, anjuran untuk banyak mengucapkan kalimat La Ilaha Illallah. Kalimat ini ringan mengucapkannya, tetapi berat timbangannya (ganjarannya) di sisi Allah. Mengucapkan kalimat ini akan memperkuat iman seseorang.

Kedua, anjuran berdoa kepada Allah. Doa yang diminta kepada Allah untuk kebaikan diri, istri, anak, keluarga, dan Muslim lain. Berdoa tidak hanya dilakukan sesudah shalat, tetapi juga ketika melakukan aktivitas yang baik. Firman-Nya, ''... Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku ....'' (QS 2: 186).

Ketiga, ketika mendapat musibah dianjurkan mengucapkan kalimat Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Ucapan ini mengingatkan apa pun musibah yang menimpa kita, semuanya berasal dari Allah. Firman-Nya, ''Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, 'Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun'.'' (QS 2: 156).

Keempat, ketika mendapat nikmat dari Allah dianjurkan mengucapkan Alhamdalah. Ucapan ini untuk memuji Allah yang Mahakaya yang telah memberi nikmat kepada kita. Ini juga sekaligus pengakuan bahwa nikmat yang kita peroleh bukan karena kepintaran dan keahlian kita, tetapi karunia dari Allah.

Kelima, ketika berjanji melakukan suatu kegiatan dianjurkan untuk tidak mendahului ketentuan Allah. Sebab, manusia hanya bisa berencana, tetapi tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi. Untuk itu, ketika berjanji sebaiknya mengucapkan 'insya Allah'. Allah berfirman, ''Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu, 'Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi kecuali (dengan menyebut), insya Allah'.'' (QS 18: 23-24).

Keenam, apabila bertemu sesama Muslim, dianjurkan mengucapkan doa selamat, yaitu Assalamu 'alaikum .... Muslim yang mendengarnya dianjurkan menjawab dengan doa lebih baik atau minimal sama dengan doa orang untuknya. Allah berfirman, ''Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).'' (QS 4: 86). Wallahu a'lam.(Firdaus)


republika

7 Jan 2010

Mencintai karena Allah


Membicarakan cinta tak dapat dilepaskan dengan motif dan tujuan pelakunya. Sesuai arti katanya, cinta adalah perasaan hati dalam menyenangi sesuatu. Dalam bahasa Arab, cinta sering disebut dengan kata hubb. Mencintai sesuatu berarti sama dengan menyenanginya.

Cinta adalah salah satu sifat fitri (alami) yang memang Allah SWT anugerahkan kepada manusia. Dengan cinta, manusia satu dan lainnya dapat membina hubungan dengan harmonis. Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya Allah SWT memiliki 100 rahmat kasih sayang.

Sebanyak 99 Ia simpan untuk hamba-hamba-Nya nanti di akhirat, sedangkan satunya Ia turunkan kepada umat manusia. Dengan hanya satu rahmat inilah, manusia satu dengan yang lainnya saling mencintai.'' (HR Bukhari-Muslim). Dengan demikian, cinta dan kasih sayang yang dimiliki manusia hakikatnya adalah bentuk anugerah tertinggi yang Allah SWT berikan. Itu artinya, cinta sesungguhnya harus dilandasi dengan keyakinan bahwa cinta itu adalah dari Allah SWT dan harus dimanfaatkan sepositif mungkin oleh manusia, semata-mata karena Allah. Dengan kata lain, mencintai manusia lain sebetulnya harus dilandasi sikap bahwa cintanya itu adalah karena Allah, sehingga cinta yang ditimbulkan akan selalu berada dalam jalur yang sudah Allah SWT gariskan, bukan cinta buta yang hanya memperturutkan hawa nafsu rendah. Mencintai seseorang karena Allah SWT akan mengantarkan seseorang pada satu level, di mana Allah SWT melimpahkan cinta abadi-Nya yang tak terkira.

Rasulullah SAW pernah bercerita kepada Abu Hurairah, ''Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang berniat mengunjungi temannya dalam sebuah kampung. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan malaikat yang sengaja Allah turunkan untuk menanyakan tujuannya. Laki-laki itu menjawab, ia ingin mengunjungi salah satu temannya di sebuah kampung. Malaikat bertanya lagi tentang alasan kunjungan itu, apakah karena temannya itu memiliki satu jasa berharga yang harus dibalas atau tidak. Dengan tegas, laki-laki itu menjawab ia tidak memiliki alasan selain bahwa kunjungannya itu adalah karena cintanya kepada temannya, cinta yang dilandasi semata-mata karena Allah SWT. Malaikat itu akhirnya memberi tahu kepada laki-laki itu bahwa ia adalah utusan Allah untuk menyampaikan kabar gembira bahwa laki-laki itu dijamin akan dicintai Allah selamanya, dengan sebab cintanya pada temannya itu.'' (HR Muslim).

Cinta sesama manusia hanya karena Allah, bukan karena alasan lain, itulah cikal bakal cinta abadi yang Allah SWT siapkan di akhirat kelak. Cinta model ini pulalah yang akan menjadi naungannya nanti di hari kiamat. Satu hari yang tidak ada naungan lagi selain naungan yang Allah berikan kepada manusia. Rasulullah SAW bersabda, ''Pada hari kiamat nanti Allah SWT akan berseru, 'Mana orang-orang yang saling mencintai hanya karena Aku? Pada hari kiamat yang tidak ada naungan ini, Aku akan memberikan naungan-Ku pada mereka semua'.'' (HR Muslim). Dengan cinta yang dilandasi keyakinan seperti inilah, umat manusia akan dapat mewujudkan kedamaian dan keharmonisan di antara sesama. Wallahu a'lam. (Fajar Kurnianto)


republika

6 Jan 2010

Warna Kulit Anda, Status Kesehatan Anda


Klikdokter.com – Penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh Universities of Bristol and St. Andrews di Inggris, mengemukakan fakta yang unik, dari warna kulit seseorang dapat kita lihat status kesehatannya.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Springer's International Journal of Primatology ini meneliti lebih jauh untuk dapat menentukan seberapa sehat seseorang berdasarkan warna kulitnya. Dr. Ian Stephen menuturkan, bahwasanya salah satu variabel yang paling karakteristik dari penelitian yang dilakukan adalah dari wajah dan warna kulitnya disamping bentuk wajah serta tekstur kulit.

Sayangnya, penelitian dilakukan hanya terhadap ras kaukasia (orang berkulit putih). Dikemukakan dari hasil penelitian tersebut bahwa:

* Pada kulit yang berwarna kemerahan berarti tubuh penuh darah dan oksigen yang mengisyaratkan jantung dan paru-paru yang sehat. Dimana dilatarbelakangi oleh status sirkulasi darah yang lancar pula.
* Pada warna kulit kurang cerah terdapat kemungkinan ditemukan permasalahan dengan diabetes atau jantung akibat adanya penyumbatan pembuluh darah dalam kulit.
* Pada warna kulit kuning sehat menunjukkan latarbelakang terdapat intensitas padat konsumsi buah-buahan dan sayur karena warnanya dihasilkan oleh pigmen karotenoid. Pigmen ini merupakan antioksidan kuat yang berfungsi menyerap senyawa berbahaya yang dihasilkan tubuh ketika melawan suatu penyakit. Dimana hal ini juga mengambil peran penting untuk status kekebalan tubuh sekaligus pencegahan terhadap kanker.

Lebih lanjut dr. Stephen mengumakakan bahwa penelitian yang dilakukannya menunjukkan gaya hidup yang sehat dengan penjagaan pola makan yang benar merupakan cara mendapatkan kulit yang sehat. Sekaligus mematahkan stigma pemikiran masyarakat di beberapa negara bagian barat yang lebih memilih berjemur dibawah sinar matahari untuk cara terbaik meningkatkan warna kulit.[](DA)

4 Jan 2010

Sebungkus Kurma Abu Aqil


Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Abu Aqil sedemikian resah seperti hari itu. Dia tenggelam dalam fikirannya tanpa mempedulikan apa yang terjadi di sekitarnya. Dia seolah-olah tidak mendengar bunyi apapun dan tidak melihat sesuatupun. Dia melangkah ke arah rumahnya dengan cepat. Matanya memandang tanah dan mulutnya kelihatan komat-kamit mengatakan sesuatu. Dia melewati lorong sempit sebelum akhirnya tiba ke rumahnya. Dengan menarik nafas yang dalam, Abu Aqil lalu bersandar di sebatang pohon tua di tengah halaman rumah.

Isterinya menyadari kekhawatiran yang melanda suaminya itu dan bertanya, “Suamiku, apa yang terjadi?” Abu Aqil kemudian berjalan masuk ke rumahnya. Karena kelelahan, dia bersandar ke dinding rumahnya, lalu berkata, “Musuh Tuhan berniat untuk memerangi kita. Tentara muslim sudah disiagakan untuk melawan musuh. Tetapi, tentara kita tidak punya bekal dan makanan. Kami sedang berada di masjid ketika Nabi membacakan sebuah ayat suci Al-Quran dan meminta kaum muslimin untuk memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing kepada tentara Islam.”

Isteri Abu Aqil bertanya, “Apakah bunyi ayat itu?” Abu Aqil menutup matanya dan setelah berpikir sejenak, dia membaca ayat ke-11 dari surat Al-Hadiid yang artinya, “Siapa saja yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, akan diberi Allah balasan pinjaman yang berlipatganda dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.”

Isterinya dengan pandangan kecewa menatap lantai ruangan kamar dan berkata, “Engkau adalah pemimpin rumah ini dan engkau lebih mengetahui bahwa kita tidak punya harta dan simpanan apapun untuk kita berikan di jalan Tuhan. Abu Aqil menjawab, “Tetapi, kita harus turut melibatkan diri dalam tugas ini. Tidakkah engkau ketahui bahwa perbuatan ini disenangi oleh Tuhan dan Rasul-Nya?”

Abu Aqil melanjutkan perkataannya, “Ayat ini sangat menyentuh perasaanku sehingga aku segera pulang ke rumah. Hari ini semua orang Islam membawa apa yang mereka miliki kepada Nabi Muhammad saaw agar permintaan Tuhan terpenuhi.” Isterinya tersenyum dan dia mengambil salah satu bejana dan mengeluarkan segenggam kurma sambil berkata kepada Abu Aqil, “Kita mempunyai sedikit kurma. Ambillah dan berikan kurma ini kepada Nabi.”

Abu Aqil tertegun dan mengguman sendirian, “Apa yang bisa diperbuat dengan kurma ini? Tetapi ini lebih baik daripada tidak memberi sesuatupun.” Isterinya lantas menaruh kurma itu dalam sebuah kain bersih dan memberikannya kepada Abu Aqil. Dengan gembira, Abu Aqil berkata, “Meskipun kurma ini tidak tampak berguna tetapi ia dapat dimanfaatkan di medan perang.”

Halaman kecil masjid ramai dipenuhi umat muslimin. Abu Aqil berada di antara mereka. Dengan langkah yang lemah, dia memperhatikan bahwa ada beberapa ekor biri-biri, kambing, dan unta terikat di luar masjid. Abu Aqil menyadari bahwa hewan-hewan itu merupakan hadiah dari orang ramai. Dia juga melihat orang-orang yang berkumpul di dalam masjid dengan hadiah besar dan kecil di tangan mereka. Abu Aqil merapatkan bungkusan yang berisi kurma ke dadanya dan dia berjalan masuk ke dalam masjid.

Melihat banyaknya kaum muslimin yang berdatangan menyerahkan hadiahnya kepada Nabi SAWW, kaum munafikin merasa tidak senang, dan muncul kebencian di dalam hati mereka, yang mendorong mereka untuk mengejek setiap orang yang menyerahkan sedekah dan bantuan kepada Nabi. Orang yang memberikan bantuan dalam jumlah besar, mereka ejek sebagai pamer, tidak ikhlas dan mengharap pujian. Sedangkan orang yang memberikan bantuan dalam jumlah sedikit, mereka ejek dengan mengatakan, "Allah dan Rasul-Nya tidak memerlukan bantuan kamu."

Melihat sikap orang-orang munafik itu, Abu Aqil sempat beberapa kali ingin mengambil keputusan untuk pulang ke rumahnya dan menjauhkan diri dari pandangan para pengganggu itu. Tetapi ada kekuatan dalam dirinya yang menghalanginya untuk pulang. Akhirnya dia duduk diam-diam di sudut masjid. Dilihatnya Nabi Muhammad SAWW duduk di tepi mihrab dan menerima hadiah-hadiah dari umatnya. Dia berharap dalam hati, alangkah baiknya jika dia mempunyai simpanan yang lebih pantas untuk diberikan kepada Nabi.

Tiba-tiba, masjid yang semula dipenuhi dengan suara ramai dilanda kesepian dan kesunyian. Abu Aqil memandang kepada Rasulullah. Rupanya, Rasul sedang menerima wahyu. Rasulullah SAWW menutup mata dan wajahnya seolah-olah sedang tenggelam dalam cahaya yang bersinar. Semua sahabat memahami keadaan Nabi ini dan menanti sampai Rasul selesai menerima wahyu.

Rasulullah kemudian membuka matanya dan dengan langkah yang perlahan beliau bergerak ke arah Abu Aqil. Jantung Abu Aqil berdebar-debar dan dia berusaha untuk menyembunyikan bungkusan kurmanya. Lalu, terdengar suara Rasulullah yang memecah kesunyian masjid, “Wahai manusia, baru saja Jibril menyampaikan wahyu dari Allah kepadaku. Ketahuilah bahwa para malaikat yang berada di langit, memandang bumi untuk menyaksikan pinjaman siapakah yang terbaik di sisi Tuhan.”

Rasulullah kemudian meletakkan tangannya ke atas pundak Abu Aqil dan berkata, “Ketahuilah, hadiahmu lebih berharga dari emas di sisi Tuhan. Orang munafik yang mencelamu dan menyebabkan hatimu sakit, kelak akan diberi azab. Wahai Abu Aqil, para malaikat sedang menanti, berikan hadiah itu kepadaku dan ketahuilah bahwa Allah ingin agar aku menggembirakanmu. Engkau hari ini disenangi oleh Allah.”

Abu Aqil masih tidak percaya, dia merasa seolah-olah sedang bermimpi, sebuah mimpi yang amat manis. Rasulullah dengan penuh kasih sayang mengambil bungkusan kurma tersebut dari tangannya dan membelai kepala Abu Aqil. Ketika itu pula Rasul membacakan ayat ke-79 surah Taubah yang artinya, “Orang-orang munafik yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan mencela orang-orang yang tidak memiliki apapun untuk disedekahkan selain dari yang disanggupinya. Allah akan membalas penghinaan mereka itu dan bagi mereka azab yang pedih.”
*) di kutip Irib

2 Jan 2010

Sayur Cegah Kanker


Orang yang makan sayuran setiap hari berarti mengurangi resiko untuk terserang kanker. Hasil penelitian yang dilakukan lama terhadap 122.000 orang itu dikemukakan oleh Takeshi Hiroyama dari pusat penelitian kanker di Jepang.

Pada tahun 1965, para �sukarelawan� yang rata-rata berusia di atas empat puluh tahun, secara terperinci ditanyai soal kebiasaan hidup mereka. Mereka kemudian dibagi dalam enam belas kelompok berdasarkan kebiasaan mereka, yakni kebiasaan merokok, minum minuman keras, makan daging, dan makan sayuran. Sampai tahun 1981, 30.000 orang �sukarelawan� tersebut telah meninggal. Delapan ribu diantaranya meninggal karena kanker.

Diantara para perokok, peminum, pemakan daging yang tak setiap hari makan sayuran, jumlah kematian akibat kanker dua kali lebih tinggi daripada kelompok �lawan� mereka, yang biasa menahan diri untuk mengurangi makan daging dan lebih suka makan sayuran.

Sejauh ini, penelitian tersebut sama dengan hasil penelitian yang lebih dulu diadakan. Namun ada hal baru yang tampak dari penelitian itu. Orang yang merokok, minum alkohol, dan makan daging yang disebutkan sebagai kelompok resiko tinggi, tetapi juga makan syuran setiap hari, resikonya untuk terserang kanker cuma sepertiga. Kesimpulan : seorang perokok kuat, kalau ia makan banyak sayuran, ia akan hidup lebih lama. Apalagi, bila ia tidak merokok dan makan banyak sayuran, peluang sehat dan panjang usia tentu akan lebih terbuka lagi.

10 Kiat Menjalin Persahabatan


1) Pilih orang yang mempunyai minat sama seperti ikhwah, supaya diri lebih mudah beradaptasi karena mempunyai persamaan. Tapi jangan menafikan orang yang sekilas tidak mempunyai persamaan diri. Ketahuilah, bersikap terbuka itu baik untuk ikhwah.
2) Ingatlah pada satu pedoman penting, yaitu berlaku baik terhadap orang lain, sebagaimana ikhwah ingin diperlakukan.

Sekiranya ikhwah menghormati orang lain,orang lain akan menghormati diri juga.

3) Sadari bahwa tiada siapapun yang sempurna, setiap orang mempunyai sifat-sifat aneh dan lemah, sehingga menerima kelemahan antara satu sama lain bisa mempererat persahabatan.

4) Hargai pendapat satu sama lain.

5) Sadari bahwa kawan yang rapat sekalipun tidak dapat bersama 24 jam. Bina minat-minat yang lain dan jangan cemburu apabila sahabat ikhwah mempunyai minat-minat lain, dan berhasil dalam menggeluti bidang yang disenanginya.

6) Komunikasi sangat penting, seorang kawan tidak selamanya bisa membaca pikiran ikhwah. Sekiranya ada sesuatu yang mengganggu persahabatan kita, beritahulah.

7) Jangan biarkan faktor luaran seperti tekanan (stress) meregangkan persahabatan kita. Kawan yang baik akan membiarkan sahabat melepas perasaan kepada mereka, tetapi jangan hanya mempergunakan mereka untuk melepaskan perasaan. Sebagai balasan, ikhwah-ikhwah sepatutnya bersedia untuk mendengar keluhan mereka pula.

8) Belajar satu sama lain.

9) Jangan membicarakan keburukan-keburukannya di belakang ikhwah sahabat.

10) Pilih kata-kata dengan bijaksana karena ikhwah tidak bisa menariknya kembali.