22 Jan 2010

APAKAH KITA SEORANG MUKMIN?


Dahulu ada sahabat Rasulullah SAW, yang kerapa menyadari jikalau dirinya lemah dan banyak kekurangan mengisi hari-harinya untuk beramal. Abu dzar Al-Ghifari ra, namanya. Ia adalah tokoh sahabat yang telah mengukir prestasi mengagumkan dalam fase perjuangan sejarah awal dakwah islam. Tapi ia kerap merasakan kelemahan dan ketidakberdayaan dirinya dalam menunaikan amanah yang Allah berikan kepadanya.

Hingga suatu hari, ia datang kepada kepada Rasulullah SAW dan berkata,"Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku ternyata lemah dalam melakukan amal-amalku?
Begitulah pertanyaannya kepada Rasulullah ditengah prestasi Ubudiyahnya dan perjuangannya yang luar biasa.

Abu Dzar mengakui kekurangan dirinya secara terus terang di hadapan Rasulullah saw. Ia tidak menoleh seberapa bagus ibadah dan nilai perjuangannya yang telah ia tunaikan bersama Rasulullah saw. Ia juga tidak segan untuk mengakui kelemahan itu dihadapan orang lain. Ketika itu Rasulullah saw berpesan padanya " Peliharalah orang lain dari keburukanmu.Itu saja sudah merupakan shadaqoh darimu untuk dirimu sendiri."(HR.Muslim).

Ikhwahfillah,.....
Beramallah dalam hidup ini, tanpa perlu membandingkan kelebihan amal-amal kita dengan orang lain. Membanding-bandingkan dan mengukur-ukur kelebihan amal-amal kita dengan orang lain, bisa menjerumuskan kita menjadi ujub dan sombong.
Menyentuh sekali perkataan Fudhail bin Iyadh rahimahullah saat menyinggung masalah ini. Katanya, iblis akan menang atas bani Adam, hanya dengan menjadikan manusia memiliki satu dari tiga perilaku. "Jika aku sudah dapat satu saja, aku tidak akan meminta yang lainnya" begitu kata iblis seperti diungkapkan oleh Fudhail. TIga perilaku itu adalah Ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri atau mengangap banyak amal yang telah dilakukannya, melupakan dosa-dosanya." itulah pangkal dosa menurut Fudhail.
konon ada perkataan Nabiyullah Isa as yang menyebutkan,"berapa banyak lentera yang cahayanya mati tertiup angin. Berapa banyak ibadah yang rusak pahalanya karena kesombongan. Amal soleh adalah cahaya. Dan cahaya itu bisa padam oleh angin ujub dan kesombongan.

Ikhwahfillah,....
semoga cahaya amal salih kita tidak mati oleh perasaan kita sendiri. semoga keimanan kita tidak redup oleh kebanggan kita sekadar telah mendapatkan penilaian dan pandangan orang yang baik tentang kita.
Dahulu Hasan Al Bashri rahimahullah tidak merasa yakin untuk mengatakan bahwa dirinya adalah pasti beriman, lantaran kekhawatirannya bila Allah memandang amal-amal yang ia lakukan ternyata tidak sesuai dengan tuntutan keimanannya. Ia pernah ditanya,"Ya Hasan, Apakah engkau seorang mukmin?" Hasan Al Bashri hanya menjawab,"InsyaAllah." penanya terkejut dengan jawaban Hasan Al Bashri itu. "Kenapa engkau menjawab seperti itu?" Ulama yang terkenal zuhud i zaman generasi nya itu mangatakan," Aku takut jika aku katakan, Ya aku Mukmin', tapi Allah mengatakan "engkau bohong,'. Karena itulah aku katakan InsyaAllah. aku tidak merasa aman jika suatu ketika Allah mendapatiku melakukan apa yang Ia benci lalu Ia murka padaku dan mengatakan"pergilah aku tidak menerima amalan-amalanmu."

ikhwahfillah,....
Apakah kita seorang muslim?