13 Des 2011

PERMENKES NOMOR 1796/MENKES/PER/VIII/2011 TENTANG REGISTRASI KESEHATAN

Permenkes ini merupakan revisi dari Permenkes no 161 tahun 2010, silahkan bagi teman yang belum mebaca PERMENKES NOMOR 1796/MENKES/PER/VIII/2011 TENTANG REGISTRASI KESEHATAN. silahkan klik tulisan Download

semoga bermanfaat ^_^

12 Des 2011

Download Permenkes No.161 Tahun 2010 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan

Di kalangan bidan SIB dan STR sedang banyak dibicarakan akhir-akhir ini. di masing-masing Provinsi, bagi saya sebagai perantauan, banyak informasi yang cukup berbeda dan membingungkan tentang STR dan SIB,berdasarkan informasi dari teman-teman sesama mahasiswa yang berasal dari hampir seluruh Provinsi di Indonesia.
tapi dibalik semua perbincangan itu, hal yang utama agar kita faham adalah memahami isi dari Permenkes no 161 Tahun 2010 ini, silahkan bagi yang belum punya,, semoga bermanfaat, klik tulisan Download ini.

^_^


11 Des 2011

Aneka Makanan Khas Kota Palembang

Assalamualaikum...
Kerinduan akan kampung halaman membuat aku ingin meembuat posting ini..
setelah seharian berkutat memperbaiki lagi blog ini,,memberikan suasana yang baru. baru sadar, ternyata sudah lama tidak dibuka-buka lagi blog ini..heem, semoga barokah lah kedepannya dengan suasana yang baru ini..


siipp, sekarang, check it out!!!!

*Pempek Kapal Selam*
yg paling besar, untuk porsi 1 orang dengan isi tengahnya adalah telur.



*Tekwan*



*Model*



*Aneka Pempek*


*Lenggang dan Pempek Panggang*
(dari kanan ke kiri)



*Aneka Kerupuk dan Kemplang*




kalau bahan utama gak usah ditanya lagi ya, semuanya berbahan utama ikan sungai, biasanya ikan belido (sudah susah ditemukan), ikan Gabus dan ikan tenggiri.

wassalam..
^_^

Ketika Para Ibu Tak Mau Lagi Memberi ASI


Sebelum para ilmuwan melakukan penelitian tentang manfaat air susu ibu, Islam sudah memerintahkan agar para ibu menyusui anak-anaknya. Perintah itu terdapat Surat Al-Baqarah ayat 233 yang berbunyi;

"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan pernyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang maruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian.

Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu bila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. "

Berdasarkan ayat tersebut, hubungan intim dengan ibu melalui kegiatan menyusui adalah hak seorang anak yang dilahirkan dari keluarga Muslim. Apalagi berabad-abad kemudian para ilmuwan yang melakukan penelitian mengakui bahwa ASI (Air Susu Ibu) memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak. Bayi-bayi diberi ASI dengan cukup memiliki kekebalan tubuh yang kuat dan memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang lebih baik dibandingkan bayi-bayi yang diberi susu formula.

Meski sudah tahu manfaat ASI, banyak kaum perempuan zaman sekarang yang enggan memberikan ASI pada anak-anaknya, termasuk ketakutan untuk melahirkan secara normal dan lebih memilih melahirkan lewat operasi. Ada fenomena para ibu bersikap lunak terhadap asupan makanan untuk anak-anaknya. Mereka lebih memilih memberikan susu formula dan makanan bayi instan, karena produk susu dan makanan itu kini sudah banyak tersedia di pasaran.

Kecenderungan itu juga terjadi di kalangan perempuan Muslim. Kesadaran untuk memberikan ASI pada anak-anaknya justeru masih tinggi di kalangan muslimah konservatif dengan tingkat pendidikan tinggi. Di balik pakaian tertutup mereka, masih mau memberikan ASI pada anak-anaknya yang masih bayi. Mereka masih memegang teguh kebiasaan kalangan kaum muslimin di awal-awal perkembangan Islam. Para ibu ketika itu, menyapih anaknya setelah berusia dua tahun dan tidak memberikan makanan padat sebelum gigi si anak tumbuh. Jika mereka tidak mampu menyusui bayi-bayi mereka karena alasan yang kuat, maka mereka akan mencari perempuan lain yang bisa menyusui bayi mereka.

Di zaman sekarang, banyak hal yang menyebabkan anak-anak Muslim kehilangan kesempatan untuk mendapatkan ASI. Baik dari faktor si ibu, anak dan faktor luar seperti sistem rumah sakit yang tidak mempromosikan pemberian ASI Eksklusif pada bayi yang baru lahir. Baru belakngan ini saja, Indonesia mengkampanyekan inisiasi menyusui dini di rumah-rumah sakit.

Rumah-rumah sakit kadang memberikan susu formula pada bayi yang baru lahir. Kadang terjadi praktik yang tidak etis, dimana terjadi kesepakatan antara pihak rumah sakit dan produsen susu atau obat tertentu untuk mempromosikan produk-produk mereka pada pasien. Ada juga kaum perempuan yang hanya mau menyusui bayinya sampai usia enam bulan dengan alasan produksi ASI nya sudah berkurang. Padahal hal itu bisa diatasi dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan berkalori.

Di sisi lain, karena faktor sang bayi, banyak para ibu yang harus berjuang agar bayinya mau menyusu ASI dan menolak memberikan susu botol pada bayinya yang baru lahir. Untuk kasus seperti ini, seorang ibi membutuhkan dukungan dari suami dan anggota keluarga lainnya dan si ibu dibiarkan untuk bersama-sama dengan bayinya paling tidak di 40 hari pertama kehidupan sang bayi.

Mengingat pentingnya ASI, patut disayangkan jika kaum perempuan Muslim enggan memberikan ASI pada bayi-bayinya yang baru lahir.Karena pemberian ASI yang baik akan menciptakan generasi-generasi Muslim yang kuat, sehat dan cerdas baik dari sisi intelektual maupun emosional, seperti hasil penelitian para ilmuwan tentang manfaat ASI. (ln/iol)